Judul : Happiness
Penulis ; Fakhrisina Amalia
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 223 halaman
“Berarti nggak masalah, dong, kalau Ceria masuk MIPA tapi ambil Biologi?”
“Bisa aja, sih. Tapi kalau kamu tanya Mama, yang banyak hitung-hitungannya itu lebih spesial. Nggak sembarang orang bisa, kan?”
Bagi
Mama yang seorang dosen Matematika, hitung-hitungan itu spesial. Mama
selalu membanding-bandingkan nilai rapor Ceria dengan Reina—anak
tetangga sebelah yang pandai Matematika—tanpa melihat nilai Bahasa
Inggris Ceria yang sempurna. Karena itu, sepanjang hidupnya Ceria
memaksakan diri untuk menjadi seperti Reina. Agar Mama dan Papa bangga.
Agar ia tak perlu lagi dibayang-bayangi kesuksesan Reina. Agar hidupnya
bahagia. Ceria bahkan memilih berkuliah di jurusan Matematika tanpa
menyadari ia telah melepaskan sesuatu yang benar-benar ia inginkan.
Sesuatu yang membuat dirinya benar-benar bahagia.
Review: Heartling by Indah Hanaco
Tuesday, September 29, 2015
Judul : Heartling
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 halaman
Cetakan : 1, Juni 2015
Monster!
Bagi Amara, monster itu bernama Marcello. Monster dengan kenangan-kenangan buruk. Cowok. Sahabat. Gaun. Pemerkosaan. Rumah sakit. Amara tidak lagi menginginkan hal-hal itu hadir di hidupnya.
Seakan takdir belum puas mengolok-olok Amara, monster itu tiba-tiba muncul mengganggu hubungannya dengan Ji Hwan. Tepat ketika dia berusaha membuka hati.
Apa yang harus Amara lakukan?
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 halaman
Cetakan : 1, Juni 2015
Monster!
Bagi Amara, monster itu bernama Marcello. Monster dengan kenangan-kenangan buruk. Cowok. Sahabat. Gaun. Pemerkosaan. Rumah sakit. Amara tidak lagi menginginkan hal-hal itu hadir di hidupnya.
Seakan takdir belum puas mengolok-olok Amara, monster itu tiba-tiba muncul mengganggu hubungannya dengan Ji Hwan. Tepat ketika dia berusaha membuka hati.
Apa yang harus Amara lakukan?
Label:
GRAMEDIA,
Review 2015
Review: Melody & Mars by Mia Arsjad
Saturday, September 26, 2015
Judul : Melody & Mars
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 288 halaman
Cetakan : 1, September 2015
Hidup Mel itu sudah terjadwal. Segalanya harus teratur, tepat waktu, dan sesuai jalur demi masa depan. Nggak ada waktu buat santai dan main-main. Mel harus lulus tepat waktu, lalu bekerja untuk membantu Ibu jadi tulang punggung keluarga.
Lalu... dengan acara aneh bin konyol, Mel bertemu Marshall, si artis kurang terkenal.
Cowok itu kebalikan dari segala sifat Mel. Marshall yang easy going, santai, dan ceria, seolah hidupnya mulus nggak ada beban.
Seumur hidup Mel belum pernah seakrab ini dengan makhluk bernama laki-laki. Marshall adalah pengalaman baru. Entah berapa kali cowok itu bilang supaya Mel hidup dengan santai dan rileks. Dan entah kenapa, bisa-bisanya Mel berkali-kali nurut dengan "ajakan" santai cowok itu.
Dia selalu sukses bikin Mel yang minim pengalaman soal cowok jadi tersipu-sipu, salah tingkah. Meski saat Mel sedang terjebak masalah mengerikan.
Sampai tiba-tiba Mel tahu, hidup Marshall nggak semulus itu. Di balik segala keceriaannya, Marshall menyimpan rahasia yang membuat Mel merasa dibohongi habis-habisan, dipermainkan, dan dibodohi.
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 288 halaman
Cetakan : 1, September 2015
Hidup Mel itu sudah terjadwal. Segalanya harus teratur, tepat waktu, dan sesuai jalur demi masa depan. Nggak ada waktu buat santai dan main-main. Mel harus lulus tepat waktu, lalu bekerja untuk membantu Ibu jadi tulang punggung keluarga.
Lalu... dengan acara aneh bin konyol, Mel bertemu Marshall, si artis kurang terkenal.
Cowok itu kebalikan dari segala sifat Mel. Marshall yang easy going, santai, dan ceria, seolah hidupnya mulus nggak ada beban.
Seumur hidup Mel belum pernah seakrab ini dengan makhluk bernama laki-laki. Marshall adalah pengalaman baru. Entah berapa kali cowok itu bilang supaya Mel hidup dengan santai dan rileks. Dan entah kenapa, bisa-bisanya Mel berkali-kali nurut dengan "ajakan" santai cowok itu.
Dia selalu sukses bikin Mel yang minim pengalaman soal cowok jadi tersipu-sipu, salah tingkah. Meski saat Mel sedang terjebak masalah mengerikan.
Sampai tiba-tiba Mel tahu, hidup Marshall nggak semulus itu. Di balik segala keceriaannya, Marshall menyimpan rahasia yang membuat Mel merasa dibohongi habis-habisan, dipermainkan, dan dibodohi.
Label:
GRAMEDIA,
Review 2015
Review: Corat-Coret di Toilet by Eka Kurniawan
Friday, September 25, 2015
Judul : Corat-Coret di Toilet
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 125 halaman
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 125 halaman
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."
Label:
GRAMEDIA,
Review 2015
101 Pesawat Kertas
Wednesday, September 23, 2015
Postingan ini diikutkan dalam #kontesblogpesawatkertas yang diadakan oleh @loveableous dan @agnesdanovar
Label:
Blogger Competition
Review Marathon: Jake & Melly by Anna Anderson
Judul : Jake & Melly
Penulis : Anna Anderson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Dulu, hidup terasa sempurna bagi Melly. Memiliki pekerjaan yang diimpikan dan masa depan yang cerah. Memiliki Ricky, tunangan yang sempurna, dan mereka sedang merencanakan pernikahan. Tapi, benar kata pepatah: Tidak ada hal yang sempurna. Cobaan datang, dan detik berikutnya Melly mendapati dirinya tinggal di apartemen, sendirian, tanpa pekerjaan. Ricky menghilang tanpa
kabar.
Tapi di mata Jake Stewart, Melly selalu tampak sempurna. Hanya saja, kedua mata indah Melly yang menyorotkan duka dan rahasia itu mengganggunya.
Ketika rahasia Melly terbongkar, Jake telanjur jatuh cinta. Maka ketika Ricky datang kembali dan Melly menerimanya, hanya satu pilihan yang tersisa untuk Jake: Mengejar Melly.
Bagaimanapun, kisah ini tentang Jake dan Melly.
Penulis : Anna Anderson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Dulu, hidup terasa sempurna bagi Melly. Memiliki pekerjaan yang diimpikan dan masa depan yang cerah. Memiliki Ricky, tunangan yang sempurna, dan mereka sedang merencanakan pernikahan. Tapi, benar kata pepatah: Tidak ada hal yang sempurna. Cobaan datang, dan detik berikutnya Melly mendapati dirinya tinggal di apartemen, sendirian, tanpa pekerjaan. Ricky menghilang tanpa
kabar.
Tapi di mata Jake Stewart, Melly selalu tampak sempurna. Hanya saja, kedua mata indah Melly yang menyorotkan duka dan rahasia itu mengganggunya.
Ketika rahasia Melly terbongkar, Jake telanjur jatuh cinta. Maka ketika Ricky datang kembali dan Melly menerimanya, hanya satu pilihan yang tersisa untuk Jake: Mengejar Melly.
Bagaimanapun, kisah ini tentang Jake dan Melly.
Label:
GRAMEDIA,
Review 2015
Review: Bitter Winner by Mita Miranti
Monday, September 21, 2015
Judul : Bitter Winner
Penulis : Mita Miranti
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 250 halaman
Cetakan : 1, 2015
Di antara banyak harapan yang belum juga terjawab, kau salah satunya.
Namun, aku akan setia menunggu tiada henti.
Lagi pula, siapa yang bisa melarikan diri dari patah hati?
Aku tidak akan pernah menyesal menjatuhkan hati kepadamu.
Juga tak akan pernah takut untuk kehilanganmu.
Cinta tak akan pernah tersesat dan akan menentukan sendiri ke mana muara yang ia tuju.
Jika di ujung jalan bercabang ini aku tak menemukanmu, aku akan berbalik arah dan kembali mencarimu.
Kembali menyusuri jalan setapak yang kutemui.
Tak peduli berapa putaran telah aku lewati.
Berapa lama lagi aku akan menunggu?
Berapa banyak lagi luka yang akan kurasa?
Karena cinta adalah candu, luka tak akan masuk hitunganku.
Bukankah hanya cinta yang akan membuat hati utuh?
Penulis : Mita Miranti
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 250 halaman
Cetakan : 1, 2015
Di antara banyak harapan yang belum juga terjawab, kau salah satunya.
Namun, aku akan setia menunggu tiada henti.
Lagi pula, siapa yang bisa melarikan diri dari patah hati?
Aku tidak akan pernah menyesal menjatuhkan hati kepadamu.
Juga tak akan pernah takut untuk kehilanganmu.
Cinta tak akan pernah tersesat dan akan menentukan sendiri ke mana muara yang ia tuju.
Jika di ujung jalan bercabang ini aku tak menemukanmu, aku akan berbalik arah dan kembali mencarimu.
Kembali menyusuri jalan setapak yang kutemui.
Tak peduli berapa putaran telah aku lewati.
Berapa lama lagi aku akan menunggu?
Berapa banyak lagi luka yang akan kurasa?
Karena cinta adalah candu, luka tak akan masuk hitunganku.
Bukankah hanya cinta yang akan membuat hati utuh?
Label:
GAGAS MEDIA,
Review 2015
Review: In a Blue Moon by Ilana Tan
Thursday, September 17, 2015
Judul : In a Blue Moon
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 halaman
“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 halaman
“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat
Label:
GRAMEDIA,
Review 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)














