Review: Renjana Dyana by Adimodel

Saturday, November 21, 2015

Judul : Renjana Dyana
Penulis : Adimodel
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal : 300 halaman
Terbit : Mei, 2015

SINOPSIS

Gairah adalah cinta yang tersulut api.

Aku menginginkan api itu dalam cintaku. Aku ingin api yang benar-benar membakar, bukan hanya sekadar menghangatkan. Aku ingin api yang ke dalamnya aku rela terjun mengorbankan diri, demi sebuah kenikmatan.

Mencintaimu adalah satu-satunya hal yang membuatku hidup.
Mencintaimu membuatku tergila-gila, tetapi juga membuatku sembuh
dari kegilaan-kegilaanku. Kau penawar sekaligus racun bagiku.

Tetapi api gairah itu menyilaukan mata. Membuatku rapuh dan jatuh ke dalam lubang hitam yang mengisapku begitu liar. Aku merasa seperti orang bodoh, yang selalu kembali dan kembali kepada rasa sakit yang tidak pernah kuizinkan pergi.

Kau akan selalu kembali kepada orang yang kau sayangi, sampai kau terbangun dari mimpi-mimpi yang mengelabui hati. Dan di saat itulah, cinta berubah menjadi sebilah pisau yang menikam dalam kegelapan.

Namaku Dyana...
Gairah-gairahku ingin menguasaimu
dalam seluruh mimpiku
dengan segenap hidupku.

------------------------------------------------

Renjana Dyana (2015) merupakan novel pertama adimodel yang dikenal sebagai fotografer fashion dan juga penulis buku-buku fiksi dan fotografi. Novel ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Dyana yang terjebak di dalam gairah-gairahnya yang begitu besar.

Ditulis dengan plot yang cukup unik, novel ini membawa pembaca ke dunia Dyana yang penuh dengan gairah, dendam, dan kelamnya masa lalu. Di dalam novel ini juga diselipkan bumbu filsafat yang akan membawa pembaca mempertanyakan arti keberadaan, cinta, kematian, dan keabadian.


Editor’s Note:

Renjana adalah novel lokal bergenre dark and sexy romance. Dalam buku ini romantisme tak dikemas dalam bentuk yang melulu narasi. Romantisme tak harus selalu bersanding dengan kebahagiaan dan keceriaan.

Kisah ini tidak dituliskan secara naratif dan deskriptif semata, melainkan melalui diksi-diksi dan pengandaian-pengandaian yang manis sekaligus filosofis. Pembaca sungguh dituntut untuk menikmati beribu rasa lewat novel ini: cinta, takut, kompleks, sedih, bahagia, seksi.


REVIEW

Dyana merupakan gadis muda. Masih empat belas tahun saat harus melihat sesuatu yang tidak pantas diketahui anak seusianya. Hidupnya pun menjadi bebas. Apalagi sejak ibunya meninggal.
Dyana merasakan kesedihan. Merasakan kesendirian.
Dyana menjalani hidupnya berganti pasangan dengan banyak pria.
Tidak pernah dalam pikiran Dyana untuk mencintai seorang pria dan mendampatkan hatinya pada satu pria saja.

Pertemuan tidak sengaja di stasiun kereta membuat Dyana penasaran akan sosok Pria yang memiliki senyum menawan. Berhari-hari Dyana rajin mengunjungi stasiun tersebut untuk bertemu kembali dengan pria yang mengusik pikirannya. Keberuntungan sedang menghampiri Dyana. Petra nama pria itu.

"Pertemuan kedua adalah hal yang menegaskan, agar kau bisa menyakinkan dirimu, menyakinkan kalau pertemuan pertama bukanlah sembari lalu saja. Menyakinkan kalau pertemuan pertama itu ada maksudnya. Dan alam semesta dengan sengaja memainkan perasaanmu , agar kau berharap pada pertemuan kedua." (halaman 34)
Mengenal Petra mengusik kesadaran Dyana untuk menjalin hubungan dengan satu Pria saja. Namun Dyana harus merasakan kecewa, terluka.
Sosok Ana merupakan sahabatnya mengingatkannya untuk tidak mencintai terlalu besar.
Haruskah Dyana mengikuti perkataan Ana?
-------------
Ini adalah kesempatan pertamaku untuk mengenal tulisan Adimodel. Jangan tertipu dengan cover simpel yang diberikan. Jujur saja aku katakan novel ini hanya pantas dibaca oleh pembaca berusia 17+. Cerita penuh gairah, seks dan patah hati.

Adimodel membawa pembaca dalam kisah pergolakan Dyana dengan alur maju mundur. Bukan alur maju mundur seperti novel roman yang sering ditemukan, jujur saja alur maju mundur dalam novel ini membutuhkan konsentrasi ekstra saat membacanya. Menggunakan sub anak bab yang tiap halamannya sedikit saja (kurang lebih 4-5 halaman) dan berakhir putus begitu saja. Di halaman berikutnya sudah bercerita tentang setting lainnya. Harus konsentrasi benar saat membaca dari halaman awal kalau gak mau kamu pusing dan berakhir menutup kisah ini sebelum selesai.

Tidak banyak penulis lokal yang menulis tema dewasa. Adimodel sukses membuatku kagum akan karyanya ini. Penulis mampu menggambarkan perasaan seorang wanita dengan sangat baik.
Aku suka sekali setiap ilustrasi gambar yang diberikan dalam novel ini. Kesan kelamnya dapet banget.
Banyak sekali narasi menarik yang bertebaran disetiap halaman novel, penulis lihai sekali dalam memainkan kata-kata.

Tokoh Dyana dari awal halaman digambarkan sebagai tokoh antipati, dimana mudah sekali dibenci oleh pembaca. Dyana tidak punya pendirian. Tapi hal tersebut hilang saat menjelang halaman berakhir, penulis memberikan twist cerita yang tidak terduga. Hal kebingunganku dari awalpun terjawab.

Renjana Dyana memberikan warna baru untuk pembaca dewasa. Dikemas dengan gaya sastra dan narasi yang memikat, konflik yang dirasakan Dyana dapat terasa oleh pembaca. Cinta, patah hati, gairah dan kematian.

Aku sangat menantikan karya Adimodel lainnya. Mungkin dengan alur biasa aja? Kalaupun maju-mundur semoga tidak membingungkan seperti Renjana Dyana ini.

3/5
Selamat membaca!

1 komentar:

helvry sinaga said... Reply Comment

kunjungan pertama
happy blogging

Blog contents © Book world 2010. Blogger Theme by Nymphont.