Review: Love in Edinburgh by Indah Hanaco

Tuesday, March 1, 2016

Judul : Love in Edinburgh
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 240 halaman
Terbit : Febuari, 2016

SINOPSIS

Katya adalah karyawati toko kue di Edinburgh yang aktif sebagai relawan di beberapa badan amal. Sementara Sebastian adalah pemilik perusahaan parfum yang sedang menyiapkan masa depan bersama kekasihnya.

Lewat sebuah reality show berjudul Underground Magnate, keduanya bertemu. Sejak awal, mereka punya banyak perbedaan. Katya, muslimah yang menemukan Tuhan justru saat berada jauh dari kota kelahirannya, Jakarta. Sebastian, pria Yahudi yang cenderung menjadi islamophobia usai ibunya menjadi salah satu korban runtuhnya gedung WTC. Namun, ada terlalu banyak hal tak terduga yang terjadi. Reaksi kimia di antara mereka terlalu kuat untuk diabaikan.

Ketika akhirnya Katya dan Sebastian punya kans untuk bersama, dosa masa lalu menghantui keduanya, menuntut penyelesaian. Bisakah cinta membuat mereka tetap bertahan?


-------------------------------------------
REVIEW

Kepergian Katya ke Edinburgh sebenarnya tanpa direncanakan. Saat hendak kabur ke rumah sepupunya, Katya bertemu dengan Evelyn yang mendekatinya. Bersama Evelyn, Katya memasrahkan nasibnya. Bahkan Katya setuju untuk mengubah tujuan mulanya menjadi ke Edinburgh dengan harapan tidak akan terlacak oleh keluarganya di Indonesia.

Di Edinburgh, Katya harus berusaha mengobati trauma yang dialaminya.dengan usaha keras. Kenangan buruk yang dideritanya di Indonesia cukup menguncang batin Katya. Namun, di Edinburgh Katya menemukan kehidupan baru yang sebelumnya tidak pernah dia bayangkan. Katya dihargai kehidupan beragamanya oleh orang yang berbeda keyakinan olehnya. Katya bahkan dibantu untuk dapat tinggal dan bekerja di Edinburgh.

Hidup Katya di Edinburgh diisi dengan aktifitas socialnya. Katya bergabung dengan banyak organisasi social dan menjadi relawan tetap disana. Dengan kegemaran Katya memasak, Katya seringkali membagi ilmunya di organisasi amal tersebut.

Suatu hari, Katya kedatangan seorang laki-laki yang mengaku sedang membuat film dokumenter mengenai kehidupan organisasi social di Edinburh. Laki-laki itu bernama Sebastian. Pertemuan pertama dengan Sebastian memunculkan ketakutan bagi Sebastian karena Sebastian mengetahui Katya adalah seorang muslim.

Namun, semakin mengikuti aktifitas Katya di Edinburgh, Sebastian memandang Katya dari sisi berbeda. Ada perasaan dari lubuk hati Sebastian yang ingin selalu melindungi Katya. Tapi ada hal lain yang menghalangi perasaan Sebastian itu! Terlalu banyak hal yang harus Sebastian dan Katya ubah. Terlebih lagi dengan kehadiran pacarnya Sebastian, Bridget juga menjadi faktor lain penghambat kedekatan Sebastian dan Katya. Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka?
----------------------------------------------
Love in Edinburgh merupakan seri pertama dari Love Around Series yang diterbitkan oleh gramedia yang aku baca. Berawal tidak mengetahui isi cerita novel ini akan seperti apa -kamu tahu kan jika sudah menyukai satu penulis, terkadang sinopsisnya pun tidak perlu kamu baca- aku pun mulai menyusuri keindahan kota Edinburgh.

Sesuai namanya, Edinburgh memang kota yang indah. Terbukti dengan penggambaran cukup nyata yang dijabarkan penulis dalam novel ini. Kecantikan kota Edinburgh juga ditambah dengan sketsa kota disetiap bab dalam novel ini. Benar-benar kota yang cantik. Penulis seakan tahu betul mengenai kota ini.

Berbicara mengenai cerita yang disuguhkan, aku harus katakan idenya briliant. Tidak banyak penulis yang mampu menuliskan tema tabu: agama sebagai bahan cerita fiksi yang berhasil dibaca oleh semua kalangan tanpa adanya kesan menggurui atau merasa agama tersebut paling benar. Indah Hanaco mungkin salah satu yang cukup berhasil mengangkat tema tabu ini. Aku dapat menikmati setiap pengetahuan yang disajikan tanpa harus merasa terganggu dengan seluk beluk agama tersebut.
Briliant!

Aku suka sekali dengan profesi juragan parfum -begitu kalau aku boleh menyebutnya- Sebastian yang diangkat dalam novel ini. Dengan riset yang terlihat cukup, seluk beluk dunia parfum dapat aku terima dengan baik. Bahkan aku berpikir, ternyata parfum yang sudah beredar di pasaran mengalami proses yang cukup ribet juga.

Aku juga harus dikejutkan oleh beberapa twist sepanjang cerita Sebastian dan Katya ini. iya, beberapa! bukan hanya satu kali! Wow.. entahlah, tapi aku harus memuji kemampuan penulis dalam mengemas cerita yang cantik ini.

Aku suka dengan ide penyakit yang dialami Sebastian. Aku belum pernah mendengar penyakit yang diderita Sebastian, tapi aku rasa itu justru menambah novel ini semakin unik.
Aku juga suka dengan tokoh Sebastian. Alih-alih dia benci Katya, justru dengan sikap gentlemen nya Sebastian akan langsung digilai oleh banyak perempuan cantik saat membaca Love in Edinburgh ini.

Novel ini bukan hanya romance biasa itu jelas. Kamu akan mendapatkan pengetahuan akan jati diri seseorang, tentang dua agama yang berbeda dan kisah patah hati yang dialami Katya.
Novel ini juga mengajarkan kamu untuk dapat bangkit dari masa lalu yang bahkan tidak ingin kamu ingat lagi. Bangkit dengan cara memulai dengan hal yang baru, bukan menghindari trauma masa lalumu itu tersendiri.

Overall, untuk kisah manis Sebastian dan Katya



Selamat Membaca kisah unik ini!

Regrads,

APRL

  

3 komentar:

adin dilla said... Reply Comment

Akhir-akhir ini nama Edinburgh marak dikenal. Seromantis apa kotanya dan apa saja ikon romantisnya...

Saya belum punya novel ini. Tambah penasaran aja.

Fikri Maulana said... Reply Comment

Buku ini emang lagi eksis banget, semoga bisa di-film-in secepatnya hihi

Monic Tere said... Reply Comment

yukk cek Zapplerepair di google ...
Zapplerepair Apple dan Smarphone specialist
telp: 087788855868
website: http://indonesia.zapplerepair.com/
DEMAK KENDAL SEMARANG UNGARAN

Blog contents © Book world 2010. Blogger Theme by Nymphont.