[Blog Tour] Review & Giveaway: Sebanyak Tetesan Hujan Kali ini by 23 Penulis

Thursday, April 14, 2016

Judul : Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini
Penulis : 23 Penulis KOBIMO
Penerbit : Rumah Fiksi
Tebal : 318 halaman
Available at: Tia - 085725260511
Terbit : Oktober, 2015

SINOPSIS

2 Juli 1961, ia mati dengan sebuah senapan yang ditembakkannya ke kepala. Mati meninggalkan karya-karyanya yang membuatku tergila-gila. Aku suka tulisannya yang banyak memandang hidup. Dan semenjak mengetahui kisah hidup penulis itu dan mengagumi karyanya, entah mengapa aku ingin mati seperti dia: bunuh diri.

Tapi wajah Marini yang selama ini melekat di benakku seakan melarangku, menarikku dari imajinasi tentang kematian. Aku harus hidup, harus menjaganya sampai kematian memang Tuhan yang menentukan. Bukan karena jiwa ini yang begitu lemah. Tapi tidak untuk sekarang, aku harus melawan wajah Marini yang melarangku.

Aku sudah tak pantas hidup. Tak berguna. Lihatlah aku sudah menggantungkan tali ke langit-langit kamar. Ya, tali ini sudah siap menarik leherku. Tinggal kutendang saja kursi yang kuinjak di kamar sepi yang sudah aku kunci ini. Secarik kertas untuk Marini sudah kutidurkan di atas lantai. Juga sebuah puisi terakhir untuknya. Agar ia tahu, tentang semua alasanku.


------------------------------------------------
Putra adalah seorang laki-laki desa yang tinggal di daerah Tegal. Sejak kecil Putra diasuh oleh neneknya. Ibunya sudah meninggal sejak lama dan ayahnya menurut info yang diterima Putra sedang bekerja di Arab namun belum kembali juga.  Tidak ada kenangan yang dingat Putra akan sosok ayahnya seperti apa.

Di desa Putra suka sekali menulis. Di sebuah kebun kubis lah dipergunakan Putra untuk menuliskan tulisan indahnya. Banyak sekali puisi indah yang sudah ditulis Putra.
Di desa juga, Putra mempunyai seorang kekasih bernama Marini. Marini merupakan sosok perempuan yang selalu mendukung Putra. Termasuk saat Putra sebatang kara. Nenek Putra meninggal dan membuat Putra mengalami kesedihan berkepanjangan.

Suatu hari datanglah seorang laki-laki bernama Hendro yang mengaku sebagai paman Putra ke rumah Putra. Laki-laki itu mengajak Putra ke Jakarta karena Paman Hendro diberi mandat oleh ayahnya Putra untuk menjemput Putra langsung ke desa. Tawaran Paman Hendro jelas tidak diterima oelh Putra dengan mudah. Putra tidak mau meninggalkan kenangan di desa. Putra terlalu berat meninggalkan desa. Terlebih lagi Putra terlalu berat meninggalkan Marini -pacarnya.

Namun berkat Marini jugalah Putra akhirnya menyetujui ajakan Paman Hendro ke Jakarta. Paman Hendro mengatakan Putra dapat mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis hebat di Jakarta. Hal itu adalah cita-cita Putra sejak lama. Menjadi penulis terkenal dan tidak dianggap remeh oleh orangtua Marini. Dengan mempunyai pekerjaan tetap, orangtua Marini pasti akan menyetujui hubungan Putra dengan Marini. Belum lagi harapan Putra untuk dapat mengetahui informasi mengenai ayahnya dari Paman Hendro. Seorang paman pasti tahu mengenai ayah Putra bukan?

Tapi harapan Putra untuk sukses di Jakarta tidak berjalan mulus. Di Jakarta, Putra bertemu dengan istri dan anak Paman Hendro yang tidak menyukai kehadirannya. Terlebih lagi Putra menghadapi suatu peristiwa yang membuatnya merasa dijebak. Putra akhirnya tidak dapat berbuat apa-apa. Lalu bagaimana Putra akhirnya mendapatkan informasi mengenai ayahnya? Berhasilkah Putra di Jakarta?
"Hidup tidak ubahnya seperti perjalanan. Sedari awal hingga akhir perjalanan, ada banyak hal yang dilalui. Ada persimpangan, ada teman seperjalanan, tapi akan selalu berakhir sendirian. Namun segala hal yang terjadi dalam perjalanan adalah muara terpenting kehidupan." (halaman 314)
--------------------------------------------
Saat pertama kali mendapatkan tawaran untuk mereview buku ini dan mengetahui buku ini ditulis oleh 23 penulis, aku cukup kaget. Menulis sebuah buku sendiri atau berdua saja sudah harus membutuhkan suatu keahlian dan rajin berlatih. Ini 23 orang penulis merangkai sebuah buku bersamaan.

Hal pertama yang tercetus dariku ialah: ini novel utuh atau berupa kumpulan cerpen. Ternyata buku ini merupakan novel utuh. Menambah kekagetan lagi. Bagaimana cara mereka bekerjasama merangkai novel ini menjadi satu kesatuan cerita yang utuh?

hmmm, baiklah, mari kita bahas satu persatu mengenai novel ini.
Dilihat dari cover dan judul novel yang diberikan menimbulkan pertanyaan dalam benakku. Ini bercerita mengenai kegalauan atau romance menye-menye? Namun ternyata aku salah. Kisah yang coba diangkat unik. Namun sayang judul yang diberikan tidak tepat untuk menggambarkan cerita, hanya mengacu pada sepenggal akhir buku ini. hanya sepenggal. Isi secara keseluruhan bukan tentang hujan. Yah, patah hati deh.

Lalu bicara tentang konsep menulis nama 23 orang di cover. Kenapa formatnya beda-beda ya? Ada yang huruf kapital semua, ada yang hanya penulisan biasa. Apakah ada alasan untuk itu? Apakah nama penulis yang dicetak kapital memiliki porsi lebih besar dalam andilnya kisah Putra?
Mungkin lebih baik dibuat sama saja formatnya. Toh hanya untuk menjelaskan siapa saja penulis dibalik kisah Putra kan?

Alur yang diberikan cukup cepat dan mencapai puncak konflik saat pertengahan bab buku ini. Aku sama sekali tidak mengira penulis akan mengarahkan Putra akan konflik seperti ini. Cukup baik dan sadis. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, ke 23 orang penulis berhasil menuliskan kisah Putra secara utuh dan baik.




Tokoh yang dihadirkan semua meiliki karakteristik tersendiri. Pembaca dibawa akan dunia Putra yang mengemari tulis-menulis dan suka membaca. Putra sosok laki-laki desa yang sederhana, polos dan setia merupakan cerminan yang sulit ditemui pada zaman sekarang. Apalagi Putra juga setia akan kekasihnya yang notabene hanya gadis desa saja. Sosok Putra yang terlalu lugu juga membuat dirinya dengan mudah diperalat oleh Dion. Hal itu menimbulkan kegeraman saat aku membacanya. Aku bisa merasakan kisah pilu Putra saat dia harus dilanda masalah. Sedih.

Kehadiran sosom Dion menjadi tokoh antagonis juga menambah warna akan novel ini. Kejahatannya yang memang cenderung menakutkan namun penulis tidak lupa menjelaskan alasan Dion melakukan hal demikian.

Namun karena novel ini dicetak secara mandiri dan ditulis oleh cukup banyak orang memang masih memiliki kekurangan. Banyaknya typo dan kesalahan penulisan yang cukup menganggu dan sering mengurangi segala hal baik ceritanya. Berikut adalah catatan yang berhasil aku catat, semoga dapat dijadikan bahan refrensi kedepannya:

"Mboten nopo-nopo toh Nang, sampun kerjaane Mbok."
"...Bi Yem tilem kono, hehehe." (halaman 92)

Pengunaan bahasa daerah namun tidak disertai footnote artinya sebenarnya menurutku kurang tepat. Karena pembaca buku ini bukan hanya berasal atau bisa mengerti Bahasa Jawa/Sunda saja. Aku sendiri saja tidak tahu itu bahasa daerah darimana. Walaupun jika dikira-kira bahasa daerah yang dicantumkan memiliki arti sederhana dan dapat ditebak maksudnya apa, tapi penulis perlu menyadari tidak semua pembaca paham bahasa daerah asing dengan sendirinya. Sederhanapun.
Mungkin lebih baik jika ditambahkan footnote untuk memperjelasnya.

"Aku belum ngantu..." (halaman 96)
Ngantu seharusnya ngantuk.

"Aku malah pengennya begadang..." (halaman 96) 
Pengunaan kata pengen ini memang sengaja tidak baku untuk menunjukan si tokoh berasal dari Jakarta?

"...kasian tubuh kita butuh isatirahat..." (halaman 96) 
Kata kasian memang sengaja tidak baku karena digunakan dalam dialog antar tokoh dan mengingat ini diucapkan oleh Putra seorang laki-laki desa?
Kata isatirahat seharusnya istirahat.

"Oke, Ras. Aku bobo dulu ya, aku harus tidur." (halaman 96)
Pengunaan kata bobo dimaksudkan untuk menunjukan akrabnya Putra dengan Rasi? Namun kenapa diakhir kalimat ada kata tidur? 

"Senyummnya pun bermekaran.." (halaman 119)
Kata senyummnya seharusnya senyumnya.

".... dan sedih yang digdaya di hatinya." (halaman 119)
Kata digdaya maksudnya? 

"Rasi saying...." (halaman 124)
Kata saying seharusnya sayang.

"Sperti ada sesuatu..."(halaman 124)
Sperti seharusnya seperti.

".... di bukit kecil itucahaya..." (halaman 202)
Kata itucahaya seharusnya di spasi menjadi itu cahaya.

"Ssenyum Rasi menguliti..." (halaman 219)
Ssenyum seharusnya senyum.

"Meihatmu saja, aku sudah bahagia." (halaman 219)
Meihatmu seharusnya melihatmu.

Pada halam 262 cukup banyak salah pengetikan nama Putra. Sejak awal ditulis Putra, namun tercetak Putera.

"Seperti tidak mendengar teriakan dan tangisan isitri..." (halaman 294)
Isitri seharusnya istri.

"Kertas yang diberisikan surat..." (halaman 294)
Diberisikan seharusnya tanpa kata depan menjadi berisikan.

"Ayah baru menyadari kmau sangat..." (halaman 298)
Kmau seharusnya kamu.

Segitu saja kesalahan kepenulisan dan typo yang berhasil aku catat. Mungkin ada yang terlewat juga.

Overall, walaupun ditemukannya cukup banyak typo dan salah kepenulisan dalam novel ini, sebenarnya kisahnya unik dan menarik. Mengangkat kisah keluarga yang kelam dan banyak menimbulkan teka-teki untuk tidak sabar membalik halaman demi halaman untuk mendapatkan jawabannya. Untuk sebuah karya yang ditulis secara berantai oleh 23 orang yang berbeda novel ini cukup berhasil menarik perhatian.




Selamat membaca!
--------------------------------------
GIVEAWAY TIME!

Hai... selamat datang dalam rangkaian terakhir Blog Tour: Sebanyak Tetesan Hujan kali ini yang ditulis oleh 23 penulis secara berantai. 


Setelah membaca reviewku di atas kamu penasaran ingin baca kisah laki-laki lugu dan polos seperti Putra?  Mau lihat puisi-puisi indah yang hadir dalam novel ini?
Aku bekerjasama dengan penulisnya ingin memberikan kamu satu eksemplar gratis novel ini loh! Mu?\

Caranya gampang banget:

1. Kamu berdomisili di Indonesia.

2. Follow blog ini via GFC atau email.

3. Follow akun twitter @aprlboanarges dan share giveaway ini menggunakan hastag #SHKI

4. Jawab pertanyaan berikut berserta nama, akun twitter, link share dan jawaban
Jika Putra suka menulis, coba kamu tuliskan sepenggal puisi atau kutipan favorit kamu. Bisa dikutip dari buku/tokoh/ mungkin kamu buat sendiri juga boleh!
5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 14-18 April 2016 pukul 23:59 WIB. Pengumuman pemenang akan langsung diberitahukan pada tanggal 19 April 2016.

6. Pemenang tidak dinilai berdasarkan sistem random, jadi jawablah semenarik dan sekreatif mungkin ya.

GOOD LUCK!

Regrads,
APRL 
-------------------------------------- UPDATE ----------------------------------------------

Terimakasih banyak teman-teman atas apresiasinya ikutan giveaway Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini by 23 penulis.
Ada 22 orang yang mengikuti giveaway ini. Aku minta maaf ya kalau pertanyaannya mungkin dianggap menyusahkan. :D
Itu benar diambil dari kesukaan tokoh utama dalam ceritanya.

Penginnya sih semuanya menang atau lebih dari 1 nama. Namun sayang pemenangnya hanya 1 saja ^^
Setelah melihat puisi dan kutipan yang diberikan, aku jatuh cinta dengan puisi yang disadur oleh penulis terkenal: Sapardi Djoko Damono
Orang yang beruntung berhasil mendapatkan satu eks novel ini gratis adalah.....
Rinita/ @RinitAvyy
SELAMAT!
Untuk pemenang silahkan kirimkan data diri berupa: Nama, alamat lengkap (beserta kode pos) dan nomer telepon ke email hilda.silalahi92@gmail.com
Data ditunggu paling lambat tanggal 20 April 2016 pukul 15.00 WIB. 
Lewat dari tanggal dan jam tersebut, aku akan mencari pemenang pengganti lainnya.

Sampai jumpa di giveaway selanjutnya!

23 komentar:

She Spica said... Reply Comment

Nama : Diah P
Twitter : @She_Spica
Link share : https://twitter.com/She_Spica/status/720476005614415872

Puisi sendiri:
Seseorang mati,
Bukn karena lenyap ditelan bumi
hilng d tengah pegunungan
maupun tenggelam d tengah lautan...
Namun seseorang mati,
Saat dia dilupakan...

Puisi kutipan:
Aku ingin mencintaimu dgn sederhana
dengn kata yg tak sempat diucapkn kayu kepada api yg mnjadikannya abu...
Aku ingin mncintaimu dgn sederhana
dengan isyarat yg tak sempat dismpaikan awan kepada hujan yg mnjadikannya tiada...
--Sapardi Djoko

Nhe! said... Reply Comment

Nama : Neni
Twitter : @nhenie
Link Share : https://twitter.com/nhenie/status/720516846819139584

Kutipan favorit :
Kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?
Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.
Tere Liye - Novel Hujan

Diki Siswanto said... Reply Comment

Diki Siswanto
@diki_twips
https://twitter.com/diki_twips/status/720523969506492416

Jika aku mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan, aku mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang,
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia,
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku,
Sekali lagi, aku masih harus mati sebagai manusia dan lahir di alam para malaikat.
Aku masih harus mati lagi,
Karena, kecuali Tuhan, tak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat, aku masih akan menjelma lagi dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan, kasunyatan
Karena hanya dalam kasunyatan itu terdengar nyanyian mulia; "Kepada-Nya, kita semua akan kembali" -- Jalaluddin Rumi

eva sri rahayu said... Reply Comment

Makasih banyak apresiasinya, April :*

Chanbheje Otter Eagle said... Reply Comment

Nama: Kiki Amaliah
Twitter: @kyoungsaeng
Link:
https://t.co/38pt41ac9c


Jika kita masih bisa mencoba, teruslah mencoba. Dan ketika seluruh anggota tubuh tak mampu bergerak janganlah menyerah. Berpikir lebih luas untuk berjuang, walau kemungkinan berhasil keci tetapi hati akan puas karena sudah berusaha.
Percayalah pada diri sendiri, sebelum mengharap orang lain mempercayai kita.
Hati yang tulus akan terbalas pelangis surga, jika bukan sekarang mungkin esok.

Kiki .A. (Me)

Nur Annisa said... Reply Comment

Yuhu...ikutan lagi GA di blog mbak April
Nama: Nur Annisa
Twitter: @YoshikuniNhora
Link Share: https://twitter.com/YoshikuniNhora/status/720804751185588224

Sebenarnya ada banyak kutipan dari buku-buku yang maknanya dalam banget. Dan salah satu ini adalah kutipan favoritku

"Ketahuilah, Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran..."
(Dikutip dari novel Pulang-Tere Liye, Hal. 340)

Yap...salah satu alasan kenapa jadi favorit yah karena bahasanya yang sederhana tapi ngena ^^

Thanks mbak April,

Zen Ashura said... Reply Comment

Nama Irfan Rizky
Twitter @irfansebs
https://mobile.twitter.com/irfansebs/status/720817757143453697?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2157014211

“She believed in dreams, all right, but she also believed in doing something about them. When Prince charming didn’t come along, she went over to the palace and got him.”
-Walt Disney

Selama tiga hari saya melakukan riset mendalam tentang Cinderella untuk review terbaru saya Cinder karangan Marissa Meyer, saya banyak menemukan banyak trivia, fakta-fakta dan kutipan-kutipan menarik. Contohnya di atas, kutipan yang diucapkan oleh Walt Disney sendiri.
Mengapa menarik? Sebab wanita-wanita di zaman ini (tentu tidak semuanya) kerap pasif dalam perkara cinta. Mereka diam menunggu, pasrah, berharap lelaki yang ia sukai menyadari apa yang bergejolak di dadanya. Meski kode-kode dilancarkan, namun lelaki tidak semuanya lulus sekolah tinggi ilmu sandi, pun bekerja di nasa untuk memecahkan kode-kode tersebut. Mereka benar benar menjadi kembang yang statis. Dan ketika kumbang yang tak diingini menghampiri, yang ada mendumal tiada henti.
Tiap-tiap dari mereka mempunyai mimpi, saya yakin itu. Namun kejarlah, berusahalah, bak pepatah nenek moyang, "raihlah mimpimu hingga ke negeri cina!"
Beda, ya? Biarin! Yang penting kamu! Iya kamu! Mengerti apa yang saya berusaha ucapkan.

Tertanda,
Lelaki yang lelah dengan kode-kodean wanita.

rini virgo said... Reply Comment

Nama : Rinita
Akun twitter : @RinitAvyy
Link Share : https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/720723208261906433?p=v


Puisi Favoritku~
oleh Sapardi Djoko Damono

“Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu,
kepada api yang menjadikannya abu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan,
kepada hujan yang menjadikannya
tiada"

nunaalia 79 said... Reply Comment

nama: Aulia
twitter: @nunaalia
link share: https://twitter.com/nunaalia/status/721165306756923392
Quote favorit tentang cinta dari novel Railway in Love karya Viera Fitani:

"Pikiran dan akan sehat bisa saja memilih orang yang ingin kita cintai, tapi hati tak bisa dimanipulasi. Tidak ada yang bisa menipu detak jantung yang bekerja lebih cepat, meskipun pikiran kita setengah mati menolaknya."

Salwa Balfas said... Reply Comment

Nama : Salwa
Akun Twitter: @Safaira01
Link share : Lihat Tweet @Safaira01: https://twitter.com/Safaira01/status/721197629414051841?s=09


♡ Kutipan/Puisi buatan sendiri :

- Walau kau tak disampingku, biarlah doaku yang mengembun bersama hujan menyapamu.

- Rintik hujan butuh jatuh berkali-kali untuk sampai ke bumi, mengapa kau baru jatuh sekali lalu menyerah?

- Langit biru berubah sendu menjadi kelabu, biarlah rintiknya membasahi luka dalam jiwa, hingga ia suci dari duka.

- Kau berkata malam hanyalah gelap gulita
Tapi apakah kau tahu ada ribuan bintang yang kerlipnya menyampaikan cinta.

(Puisi)

-Hujan, Disetiap rintiknya terdapat cerita ada duka dan bahagia, juga tentang cinta yang tersisa

Kepada embun pagi aku berdoa
Kepada awan kelabu aku bersimpuh
Kepada langit senja aku berucap
Kepada bianglala aku berharap
Kepada angin malam aku berbisik
Juga kepada jalan basah aku berkisah
Sampaikan padanya, cinta ini tak berubah
Hanya membuat rinduku semakin membuncah
Seperti rinainya hujan pada bumi
Air yang turun tak pernah sama
Tapi menjatuhkan cinta yang sama.

☆ puisi / kutipan favorit :

- “Aku akan mencintaimu sampai si bisu berbicara kepada si tuli bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan”
(Anonymous)

- Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Hujan Bulan Juni-Sapardi Djoko Damono)

Dian Maharani said... Reply Comment

Nama: Dian Maharani
Akun Twitter: @realdianmrani93
Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/720661516949659648

Ini puisi "kilat" buatanku, sama dengan judul novel ini, Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini.

Sebanyak tetesan hujan kali ini.
Ku berikan cinta.
Lewat sebuah do'a.
Tidak berpesan pada angin, aku takut angin akan menerbangkannya.
Tidak menitipkan pada pelangi, aku takut pelangi akan mengalahkannya warnanya.
Tidak menggantungkan pada matahari, aku takut matahari akan membakarnya.
Aku berpesan pada hujan, agar tanah bisa meresapnya.
Agar bisa menyegarkannya.
Agar bisa menghidupinya.
Sebanyak tetesan hujan kali ini.
Sebanyak itu pula cinta ku berikan.
Sebanyak itu pula do'a ku ucapkan.
Agar bisa meresapi hatimu, menyegarkan hatimu, menghidupi hidupmu.

Ari Rizee said... Reply Comment

Nama: Ari
Twitter: @tiarizee
Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/721635199419703296

"Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Untuk hal itu, aku setuju."-Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri [Bernard Batubara]

"Hidup adalah keadilan. Setiap makhluknya pasti akan menerima pasang-surut, jatuh-bangun, atau terbit-tenggelam. Mungkin saat ini aku sedang berada dalam fase surut, jatuh, atau tenggelam. Tapi, seharusnya aku yakin kalau masih ada hari esok, esok, dan esok. Masih ada beribu kesempatan untuk mencoba dan merangkai harapan. Tidak peduli bagaimana hidup nenjatuhkanku begitu dalam, seharusnya kubisa meyakini diri bahwa aku bisa bangkit berdiri kembali."-Revered Back [Inggrid Sonya]

"Sehebat-hebatnya orang sukses, tak lain mereka yang habis nyesek bisa move on."-Habis Galau Terbitlah Move On [J.Sumardianta]

"Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu."-Supernova:(Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh ) [Dee Lestari]

"Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah ke hati yang lebih menghargainya."-Remember Amsterdam [Vira Safitri]

"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring."-Filosofi Kopi [Dee Lestari]

"Terpuruk, kau akan tetap terpuruk jika tak berpindah.
Menangis, kau akan tetap menangis jika tak berpindah.
Meratap, kau akan tetap meratap jika tak berpindah.
Move on, bukan untuk mereka yang penakut.
Move on, bukan untuk mereka yang tak kebal.
Move on, bukan untuk mereka yang tak cerdas.
Bukan jera, karena memilih mengistirahatkan hati adalah sebaik-baiknya move on."-Move On Come On [Aya nurhayani, Ramayoga, dkk]

"Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
'Tapi yang fana adalah waktu, bukan?' tanyamu.
Kita abadi."-Hujan Bulan Juni [Sapardi Djoko Damono]

"Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. saat melihat gumpalan awan di angkasa. saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari- atas makna detik demi detik kehidupan."-Sunset Bersama Rosie [Tere Liye]

"Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?"-Filosofi Kopi [Dee Lestari]

Vivi Lutfah said... Reply Comment

Nama: Vivi Lutfah
Twitter: @LutfahVivi
Link:https://twitter.com/LutfahVivi/status/721709350364917760

Jawaban:

Kutipan:
Apalah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukankah milik kami.
Apalah arti kehilangan? Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya kehilangan banyak pulan saat menemukan.
Apalah arti cinta? Ketika kita menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun? -Hujan (Tere Liye)

Kutipan:
Kamu...
Terkadang aku selalu bertanya-tanya.
Kenapa kamu harus ikut andil dalam hidupku?
Kalau pada akhirnya kamu bikin aku sakit,
Pada akhirnya kamu bikin aku nangis.
Tapi, aku sadar.
Mungkin kalau nggak ada kamu,
Hidupku begitu monoton,
Hanya dipenuhi dengan canda,
Hanya penuh dengan suara tawa.
Makasih atas kehadiranmu di hidupku.
Kehadiranmu yang membuat hidupku lebih berwarna,
Kehadiranmu yang telah mengajarkanku apa itu rasa sakit hati.
Teruntuk kamu,

Semua orang yang pernah membuatku sakit hati. -Vivi Lutfah


Terima kasih,
Dan semoga beruntung.

Vivi Lutfah said... Reply Comment

Yg kedua maksudnya Puisi, bukan kutipan

Siti Nuryanti said... Reply Comment

Nama : Siti Nuryanti
Twitter : @NelyRyanti
Linkshare : https://twitter.com/NelyRyanti/status/721910215227015169

Puisi dari buku : Hujan Bulan Juni
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(by Sapardi Djoko Damono)

Hujan di luar deras sekali,
Tetapi derasan mana dengan air matamu ?
Maaf...itu saja

(Niatnya mau buat puisi tentang hujan, tapi kehilangan kata-kata :)
yang jelas aku penasaran dengan novel Sebanyak Tetesan Hujan Kali ini...wish me luck

Ryn Chan said... Reply Comment

Nama:Arien Prakasari
Akun:@Arrinn_Kka
Link:https://twitter.com/Arrinn_Kka/status/721954648882434049

Kutipan Favorit:
"Hanya Tuhan satu-satunya yang bisa melakukan semuanya, kita manusia hanya bisa melakukan apa yang mampu kita lakukan"
"Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu, Dia tak menghukummu, namun hanya membuka tanganmu untuk menerima yang lebih baik"(5cm)
"Jika semua arah terlihat salah, mungkin akan lebih baik kalau kita tidak sekedar berjalan kedepan, tapijuga melihat keatas. Melihat kearah Dia yang selalu sibuk mengawasi kita"(JCDD)

Nova Indah Putri Lubis said... Reply Comment

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Twitter : @n0v4ip
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/721971594008997889

Kutipan favorit dari novel "Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah" karya Sisimaya

"Pada akhirnya, tetap saja ada cinta yang tak mungkin bisa digenggam sekalipun sudah jatuh cinta mati-matian. Jadi, bukankah tak ada pilihan bagiku selain diam? Sebab terkadang diam, dalam hal menanggapi kehilangan, justru memberikan efek menyembuhkan. (hlm. 160−161)"

Terima kasih April ^^

ana bahtera said... Reply Comment

nama : Ana Bahtera
twitter: @anabahtera
link share: https://mobile.twitter.com/#!/anabahtera/status/721984089830481920

kutipan sendiri:
ternyta kita itu bkn dlm prsegi yg bsa mnghlang dsatu sudut sikunya, kita ini bagai lingkaran yg trus brputar2 dan mnghslkan ujung yg tetap slg berbenturan..mskpun dgn keadaan yg berbeda..

Nadia Chaerani said... Reply Comment

Nama : Nadia Chaerani
Twitter : @nadiachaerani
Link Share :https://twitter.com/NadiaChaerani/status/722038124679827456


Kutipan ;
> “Mungkin ada benarnya juga buku - buku itu bilang. Orang - orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri.”
― Tere Liye, Berjuta Rasanya

> "Gue bukan pelampiasan saat pemeran utama gak ada. Cinta gak sebercanda itu."
- Wulanfadi, A ; Aku, Benci, dan Cinta

> "Cinta sejati itu sulit untuk direka. Harus ada sedikit usaha untuk melihat lebih jelas."
- Wulanfadi, A ; Aku, Benci, dan Cinta

> "Better an enemy with a gun, rather than a fake friend with a fake hug."
- TisaTS, PinkLuv

> "Kalo emang nyamannya di satu cewe,ngapain lagi harus berpaling ke yang lain dan ngulangin siklus yang sama?"
- Erisca Febriani, Dear Nathan

> "Bukankah kita pernah tertaut dalam satu cerita? Cerita yang akhirnya menjebakku dalam cinta. Iya, hanya aku yang jatuh cinta."
- Fanny Salma

> "Perbedaan saling melengkapi. Tapi tidak untuk kita yang terpisah karenanya."
- Me (Kutipan Sendiri)._.


Maafkan kalau terlalu banyak hihi. Makasihh^^

Terry Irawan 3 said... Reply Comment

Nama : Tri
Twitter : @tewtri
Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/722060899691802624

Terlalu banyak kutipan favorit, membuat saya greget buat ikutan bikin sendiri. Dan inilah dia salah satu tweet sok optimis dan memang harus optimis versi saya.

"Jika dia tidak pernah lupa akan Tuhan, maka kemungkinan besar dia juga akan sulit melupakanmu." [ @tewtri on 9th Jan 2015]

Yeyen Nursyipa said... Reply Comment

Yeyen Nursyipa | @YeyenNursyipa
Link share : https://twitter.com/YeyenNursyipa/status/722063421764599808

Jawaban : jika putra suka menulis, coba tuliskan sepenggal puisi atau kutipan favorit kamu. Bisa dikutip dari buku/tokoh/ mungkin kamu buat sendiri juga boleh.

"Jodohmu takkan salah alamat,dia akan datang ke rumahmu tanpa tersesat. Jangan pula takut dia akan datang terlambat, karena semua akan ‘cie-cie’ disaat yang tepat.” ngutip dari saran temen.. :D

Daisy S said... Reply Comment

Nama : Daisy S
Akun twitter : @Daisy_skys
Link Share : https://twitter.com/Daisy_skys/status/722064311066038273

Jika Putra suka menulis, coba kamu tuliskan sepenggal puisi atau kutipan favorit kamu. Bisa dikutip dari buku/tokoh/ mungkin kamu buat sendiri juga boleh!

I'd rather be hated for who I am, than loved for who I am not. --- Kurt Cobain

Cinta itu mempunyai kesanggupan yang hebat. Dia bisa membuat binatang menjadi manusia, dan manusia menjadi binatang. --- William Shakespeare

Akan ada orang-orang yang menghadang kesuksesanmu atau mendompleng prestasi atau ketenaranmu. Namun, jika kalian berfokus pada karya dan tidak membiarkan orang-orang itu mengalihkanmu, suatu saat kalian akan mencapai tujuan. Kalian akan lihat bahwa kalianlah dan orang-orang yang kalian sayangi yang mengantar ke sana. Itulah perasaan terindah di dunia --- Taylor Swift


Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita, walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga --- Harry Potter and the Order of the Phoenix


Agatha Vonilia said... Reply Comment

Nama : Agatha Vonili M.
Akun twitter : @Agatha_AVM
Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/722084473827799041
Jawaban : Aku share beberapa kutipan favoritku :

"Mereka selalu beralasan kalau paus itu digunakan untuk riset. Itu alasan yang paling naif. Bagaimana bisa untuk keperluan riset saja membutuhkan lebih seribu ekor paus setiap tahunnya? Nyatanya, daging paus itu dijual untuk konsumsi masyarakat setempat. Sudah ratusan tahun Jepang memiliki kebiasaan menyantap daging paus." (hal. 87) -Perfect Purple by Indah Hanaco-

"Tidak akan ada anak yang melupakan ibu yang melahirkannya." (hal. 115)
-Dae Ho's Delivery Service by Pretty Wuisan-

"Karena perjalanan kita setiap hari sangat berharga -- kita harus berusaha menciptakannya sebagai sebuah karya besar. Setiap hari, setiap kali hilang, hilang selamanya. (cited John Wooden)" (hal. 71) -Last Journey by Kezia Evi Wiadji-

"Kamu akan selalu jadi adikku sampai kapan pun, jadi buat kakakmu ini berarti buatmu." (hal. 87) -Cute Love by Ainun Nufus-

"Cinta itu harusnya sesederhana ini. Tidak perlu ada masa lalu yang disembunyikan. Atau kekhawatiran tentang masa depan. Seandainya hanya seperti ini, tanpa perselingkuhan." (hal. 201) -Finally You by Dian Mariani

Blog contents © Book world 2010. Blogger Theme by Nymphont.