[Early Review] Mermaid Fountain by Dyah Rinni

Saturday, May 7, 2016

Judul : Mermaid Fountain
Penulis : Dyah Rinni
Penerbit : Writerpreneur Club
Tebal : 228 halaman
Terbit :  Mei, 2016

SINOPSIS

Konon kabarnya air mancur itu membawa keajaiban.

Mairin Malya, seorang chef. Ia memperjuangkan segalanya demi mimpi membangun restoran seafood. Hingga suatu saat, tragedi datang dan meremukkan semua harapannya. Satu-satunya jalan untuk terus menjaga mimpinya adalah dengan berdusta.

Laguna Senna, seorang penyanyi bersuara emas. Seumur hidup ia berjuang untuk ketenaran dan kekayaan. Hingga suatu hari, dunianya yang rapuh terancam runtuh.

Mereka bertemu di depan air mancur Putri Duyung. Bersama-sama, mereka melemparkan koin. Bersama-sama, mereka berharap agar impian mereka tercapai.

Dan kemudian keajaiban terjadi. Tapi, tidak dengan cara yang mereka inginkan.

Takdir memutarbalikkan dunia keduanya, membawa mereka ke arah yang tak terduga: musuh, masalah, dan juga, cinta.

Akankah pada akhirnya mereka menemukan kebahagiaan yang mereka cari? Ataukah mereka akan hancur menjadi buih seperti dongeng sang Putri Duyung?

Namun, untuk setiap permintaan ada pengorbanan yang harus dibuat.


---------------------------------------------------
REVIEW

Mairin tidak pernah berpikir dapat mengalami kejadian yang membuat dia kehilangan kemampuan penciumannya. Sebagai seorang chef, indra penciuman sangat membantunya dalam mengerjakan usahanya di restoran yang dia bangun dengan susah payah.

Kejadian itu membuat Mairin harus berjuang keras untuk tetap mampu memasak makanan yang sama enaknya seperti sebelum dia kehilangan kemampuan indra penciumannya. Mairin tidak ingin memberi tahu Bara - sepupunya- yang juga rekan kerja Mairin di dalam restoran. Mairin tidak ingin membuat Bara cemas.

Ternyata usaha Mairin dalam menyembunyikan apa yang dialaminya tidak mudah. Terlebih lagi saat dia mendapatkan tawaran untuk memasak di sebuah apartemen milik penyanyi cukup ternam, bernama Laguna. Mairin tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Mairin diiming-imingi biaya besar jika mau menerima job yang diberikan. Terlebih lagi Mairin membutuhkan suntikan dana yang cukup besar untuk restorannya.

Pengalaman memasak secara khusus untuk seorang penyanyi yang cukup ternama seperti Laguna ternyata mengalami buntut panjang. Mairin bertemu dengan Laguna kembali yang menuntut pertanggung jawaban Mairin karena hilangnya suara Laguna saat iseng berkunjung ke restoran Mairin beberapa waktu silam. Bagi Laguna, Mairinlah penyebab Laguna kehilangan suaranya.
Berkat mitos yang dibagikan Mairin membuat Laguna mengalami nasib sial.

Kehilangan suara benar-benar mengancam karir Laguna. Namun Laguna berpikir hanya Mairinlah yang mampu membantunya mengembalikan suaranya kembali. Padahal Mairin tidak mengalami kejadian buruk.

Bagaimanakah nasib akhir Laguna? Akankah dia menemukan penyebab hilangnya suaranya? Bagaimana dengan Mairin? Mampukah dia mempertahankan usaha restorannya?
-----------------------------------------------
Dyah Rinni adalah salah satu penulis wanita Indonesia yang tulisannya cukup membuat pembaca memiliki kesan tersendiri setiap membacanya. Termasuk aku. Sudah lama rasanya sejak Dyah Rinni mengeluarkan novel terbarunya seri 7 deadly yang diterbitkan oleh gagasmedia beberapa waktu silam. Mendengar beliau akan menerbitkan sebuah novel baru benar-benar membuatku menantinya dengan antusias cukup tinggi. Terlebih lagi Dyah Rinni hadir kembali dengan tema cerita dongeng. Yey!
  
Diberi bocoran oleh penulis bahwa novel ini merupakan naskah yang terpending selama dua tahun oleh salah satu penerbit major cukup besar di Jakarta dan nekat mencoba penerbitan melalui jalur indie. Diterbitkan melalui jalur indie membuat novel ini dapat dinikmati oleh pembacanya lebih cepat. Hore! Banyak cara memang untuk tetap membagi kisah unik ke pembaca kan? Walau sejujurnya akupun tidak menyadari adanya proyek tertunda mengenai fairytale romance yang diusung oleh salah satu penerbit major tersebut.

Walaupun diterbitkan indie, novel ini dikemas dengan baik dari segi cover juga layout dalam cerita. Tiap bab memiliki desain yang cantik. Hal tersebut menjadi poin plus membuktikan jika novel ini dirancang dengan baik oleh penulisnya. 

Novel ini ialah memiliki tema yang cukup unik. Penulis memadukan kisah dongeng yang biasanya digandrungi oleh perempuan -Little Mermaid- menjadi kisah yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Bahkan penulis mengubah sudut pandang Mermaid yang sudah identik dengan perempuan menjadi sosok laki-laki yang menawan. Sosok Laguna benar-benar dapat menyihir pembacanya untuk jatuh cinta akan dirinya dengan sangat mudah. Jujur saja, permainan pergantian sudut pandang yang diberikan penulis cukup mengejutkan namun berhasil membuat pembaca tidak kehilangan sosok Mermaid itu sendiri.

Tidak hanya tema yang kuat, hal lainnya yang membuat novel ini semakin menarik ialah dari tokoh yang dihadirkan. Laguna dan Mairin. Sosok Laguna yang digambarkan terkenal dan tampan, dipertemukan oleh Mairin yang tidak mengetahui akan ketenaran Laguna. Mairin sosok perempuan sederhana dan nyentrik benar-benar pengendali cerita. Aku suka bagaimana penulis membiarkan keduanya mengalami interaksi dengan cukup alami. Sosok Laguna yang terbiasa menjadi bos dan harus mengalami hal pahit pun digambarkan penulis dengan alami. Suka bagaimana karakter Laguna berkembang dengan baik. 

Kedua tokoh utama mempunyai latar belakang pekerjaan yang berbeda namun dipertemukan akan konflik yang tidak biasa. Pertemuan dua pekerjaan yang berbeda saja sudah kontradiktif. Penulis lihai dalam menguasai hal yang berkaitan dengan kedua pekerjaan tersebut.  

Alur yang digunakan bergantian antara kisah Laguna dan Mairin dengan dongeng Little Mermaid. Membaca kisah ini halaman per halaman benar-benar seperti disihir oleh keajaiban kisah si putri duyung. Seru, bikin penasaran dan terkesan mistis.

Overall, membaca Mermaid Fountain memberi pemahaman baru buatku kalau kita harus berjuang susah payah untuk mendapatkan yang kita inginkan. Terkadang usaha yang berat harus sia-sia dengan hasil yang tidak sesuai harapan.
Novel yang bagus dan penuh dengan sihir. Siap-siap tersihir dengan kisah Little Mermaid di dalamnya :D

Psstttt.. novel ini bisa langsung dibeli ke penulisnya. Mention akun twitternya saja: @deetopia


Selamat Membaca!

 LOVE,

APRL


 

2 komentar:

eva sri rahayu said... Reply Comment

Aku salah satu penggemar tulisan Mbak Dyah Rini. Memang selalu kuat tulisannya :)

justsavemywords said... Reply Comment

Mbaca review ini seakan seperti dihajar bertubi-tubi. Mengingatkan saya pada tulisan saya sendiri tentang chefㅡjugaㅡyang kehilangan indera perasanya setelah kecelakaan #abaikan

Well, saya yakin kalau April bilang bukunya bagus, pasti itu benar. Udah nggak ragu lagi =D Dan boleh dibilang saya cukup terkecoh juga sih, kirain tentang mbak2 cantik yang akan jadi buih demi cowok yang disukainya. Ternyata malah fokus di mas2 tukang masak, jadi penasaran kan seperti apa ceritanya. Akankah sesuai dengan dongeng yang selama ini saya dengar? =D

Baiklah, saya langsung meluncur ke GAnya yak! =D

Blog contents © Book world 2010. Blogger Theme by Nymphont.