[Blog Tour] Review & Giveaway: Kepada Gema by Diego Christian

Sunday, February 21, 2016

Judul : Kepada Gema
Penulis : Diego Christian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 216 halaman
Terbit : Febuari, 2016

SINOPSIS

Di tengah menghadapi jam kerja tak berperasaan dan menjalani hubungan jarak jauh dengan Jesse, kekasihnya yang kuliah di Belanda, Atisha harus mencari jalan keluar dari mimpi-mimpi buruk yang selalu membuatnya terbangun di tengah malam. Mimpi buruk yang terus membawanya pulang ke kenangan-kenangan pahit.

Seolah semuanya itu belum cukup, Gema, pemuda yang pernah Atisha cintai, tiba-tiba muncul di kantornya sebagai pembawa acara baru. Kehadiran Gema mengingatkannya pada kebahagiaan sekaligus patah hati yang hingga kini masih terasa pahit, juga pada masa lalu yang dulu menjadi penyebab Gema meninggalkannya.

Gema berusaha memasuki kehidupannya kembali. Tapi Atisha berjanji takkan mengkhianati Jesse, juga takkan mengizinkan Gema menyakiti hatinya lagi.

Namun, bagaimana ketika hubungannya dengan Jesse mulai mengalami masalah? Bagaimana jika Gema membukakan sebuah fakta menyakitkan tentang kekasihnya itu? Dan bagaimana jika… berdamai dengan masa lalu adalah satu-satunya jalan keluar untuk Atisha?

“Masa lalu, masa kini, dan masa depan perpaduan yang rumit dan misterius namun dituturkan dengan sederhana, begitulah Diego Christian mampu menarik kita ke dalam ceritanya, dengan mudah kita akan dibawa masuk ke dalam liku-liku kehidupan setiap karakternya dan selalu ada kejutan di dalamnya.”
Dinda Kanyadewi
Aktris, Sutradara

Saya excited mengetahui bahwa salah tokoh utama di Kepada Gema ini ada di Thy Will Be Done, novel Diego yang sebelumnya.
Diego sangat kuat dalam deskripsi, Kepada Gema, tidak membuat saya (hanya) membaca rentetan teks, tapi berhasil bikin saya memvisualisasikan adegan demi adegan di dalamnya dengan jelas, seperti film. Mungkin kata kerja yang tepat buat naskah ini bukan 'membaca', tapi 'menonton'. :D

Looking forward for your next book, Diego! Mungkin kisah tentang tokoh lainnya di Thy Will Be Done? :)

Okke ‘Sepatumerah’
Penulis Perempuan-perempuan Tersayang

Apakah cinta bisa mematikan nalar pada kenyataan? Novel Diego ini mengecoh kenyataan, berhiaskan sejumlah shocking moment yang dibutuhkan pembaca modern saat ini.

Syahmedi Dean
Penulis Pangeran Kertas


----------------------------------------
REVIEW

Atisha seorang crative di salah satu stasiun TV harus menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya Jesse yang sedang menempuh studi di Belanda. Walau menjalani LDR dengan Jesse, komunikasi mereka tidak pernah putus. Hal itu terlihat dari seringnya Jesse menghubungi Atisha via skype.

Dibalik sedang menjalankan LDR dengan kekasihnya Jesse, Atisha harus berhadapan dengan seseorang di masa lalunya yang tiba-tiba muncul kembali di kehidupan Atisha, Gema. Gema merupakan sosok laki-laki yang pernah Atisha cintai namun Gema juga lah laki-laki yang dengan mudahnya mematahkan hati Atisha begitu saja.
"Lo hilang dari hidup gue dan gue mau kita saling menemukan. Gue mau semuanya balik kayak dulu dan gue akan memperbaiki semuanya. Lo hanya perlu bilang ya dan gue akan membayar semua kesalahan yang udah gue perbuat.Berapapun harganya." (halaman 102)
Gema muncul kembali dikantor Atisha sebagai news anchor dan itu yang menimbulkan pertanyaan dibenak Atisha. Dengan background yang Gema miliki, kenapa dia malah bergabung dengan stasiun TV tempat Atisha bekerja?

Kehadiran Gema dalam kehidupan Atisha kembali bukan tanpa alasan. Gema ingin menghapus semua kesalahan yang pernah dilakukannya kepada Atisha. Gema juga ingin membantu Atisha untuk keluar dari kubangan traurama masa lalunya yang sering dihadapi Atisha tengah malam.

Namun ternyata usaha Gema tidak terlalu berarti. Atisha masih memiliki ikatan hubungan dengan Jesse. Mampukah Gema menyakinkan Atisha?
"Ketika lo merasa berkorban untuk seseorang atas nama cinta, saat itulah perasaan cinta lo akan hilang sedikit demi sedikit. Ini bukan berkorban. Gema ngelakuin ini semua karena dia sayang sama Atisha. Udah itu aja." (halaman 123)
--------------------------------------
Membaca Kepada Gema sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Ceritanya menarik. Sehingga dengan sekali duduk saja aku sudah menamatkan cerita ini hingga selesai.
Aku suka sekali dengan gaya bercerita penulis dalam Kepada Gema ini. Ringan dan mengalir apa adanya. Menggunakan POV 3 adalah langkah yang tepat digunakan penulis dalam novel ini.

Sejak membaca Kepada Gema dihalaman depan, aku tidak memiliki tebakan seperti apa ending yang akan aku terima diakhir cerita. Penulis berhasil membuatku kaget dengan twist yang aku temukan di ending cerita Kepada Gema ini. Benar-benar gak nyangka sama alur yang dibawa penulis akan konflik yang dialami Atisha. Penulis cerdas dalam hal ini menurutku.

Aku suka sekali dengan penggambaran profesi Atisha. Bergabung dalam dunia pertelevisian membuatku mendapatkan gambaran baru setelah baca Kepada Gema ini kalau bekerja dalam dunia pertelevisian, ternyata cukup capek ya? Padahal itu merupakan pekerjaan idaman beberapa banyak orang loh!
Penulis juga mampu menjelaskan dengan baik segala hal yang berkaitan dengan dunia pertelevisian yang dihadapi Atisha. Hmmm... mungkin karena penulis pernah bergabung didalamnya? Hal tersebut membuat cerita Kepada Gema ini menjadi lebih nyata.

Hal yang menarik dari novel ini adalah penyakit yang diderita penyuka pocky ini. Aku suka bagaimana ide penulis mengangkat penyakit psikologis yang dialami Atisha. Walau rasanya kurang detail pembahasan yang dilakukan penulis. Dengan penyakitnya aku rasa penulis dapat mengeksplor perasaan Atisha menunggu kepulangan Jesse. Namun, aku tidak mendapatkan perasaan apapun akan penyakit yang diderita Atisha.

Aku suka dengan setiap tokoh yang hadir dalam Kepada Gema. Semua punya ciri khas tersendiri. Terutama Gema. Aku suka bagaimana dia mau berusaha memperbaiki kesalahannya pada Atisha. Dengan kerelaan hati dia berkorban untuk mengejar cintanya pada Atisha.
Aku juga suka interaksi yang timbul di keluarga Atisha. Dengan sabar keluarganya mendampingi Atisha yang seringkali terganggu tengah malam dengan mimpi buruknya.

Aku suka dengan kutipan puisi dari Kakek Sapardi disetiap awalan bab dalam novel ini. Semakin membuat pembaca merasakan kegalauannya sendiri. Kalau ada pembaca yang komentar apa artinya puisi Kakek Sapardi ditiap awal babnya, aku hanya bisa bilang: Puisi hadir untuk dihayati bukan dimengerti.

Menjelang ending akhir cerita, aku harus dibuat gemas dengan ending yang diberikan penulis. Argggghhh seperti ada yang kurang tapi entah apa. Semoga akan ada kelanjutan cerita dari Atisha dan Gema! *Semangatin penulis*

Novel ini bukan romance semata. Ada cerita persahabatan dan kekeluargaan didalamnya. Semua itu penulis rangkum dengan pas dan apik dalam cerita Kepada Gemanya ini. 

Overall,



Selamat ikut baper membaca kisah Kepada Gema ini ya ^^

--------------------------------------------
GIVEAWAY TIME!


Yey! Ini adalah pemberhentian kedua dari enam blogger yang ikut serta dalam rangkaian Blog Tour: Kepada Gema by Diego Christian. Bagaimana pendapatmu setelah membaca reviewku ini? Penasaran kah ingin membaca Kepada Gema? Mau dapat buku ini secara gratis?
Kali ini aku bekerjasama dengan Diego Christian dan Gramedia ingin memberikan 1 eks novel kepada Gema untuk 1 orang yang beruntung. Hadiahnya akan langsung dikirimkan dari penerbit. Mau? Caranya gampang banget:

1. Kamu harus berdomisili di Indonesia.

2. Follow blog ini via GFC atau email (pilih salah satu saja)

3. Follow akun twitter @Diegochrist dan @aprlboanarges, lalu mention kedua akun tersebut dengan mempromosikan giveaway ini menggunakan hastag #KepadaGema

4. Jawab pertanyaan berikut dengan menyertakan: Nama, Akun twitter, link share dan jawaban
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?" 
5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 21 Febuari 2016 sampai 23 Febuari 2016 pukul 23:59 WIB. Pemenang akan aku umumkan tanggal 24 Febuari 2016.

6. Pastikan kalian memenuhi syarat yang aku berikan ya! Aku mengecek kelengkapan kalian soalnya :D

GOOD LUCK!



Regards,
APRL

64 komentar:

Dera Devalina said... Reply Comment

Nama : Dera Devalina
Akun twitter:@deradevalina
link share :
https://twitter.com/deradevalina/status/701253836472602624

jawaban :
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
Kebanyakan orang pasti akan memilih melangkah maju tetapi aku lebih memilih menunggu karena aku yakin apa yang aku tunggu pasti membuahkan hasil, karena takutnya melangkah maju akan membuatku menyesal karena terburu buru mengambil keputusan. Aku adalah tipe orang yang berjalan perlahan. karena setiap aku melangkah banyak hal yang akan aku pelajari.

Himawari biru said... Reply Comment

Nama: Rizkiana Hidayati
Akun twitter: @rzknhdyt Link share : https://mobile.twitter.com/rzknhdyt/status/701248687863894016?p=v

Jawaban:

Melangkah maju karena sesuatu pasti butuh perjuangan. Bagiku kalau hanya menunggu tidak akan merubah apapun. Menunggu sambil berharap tanpa berani melangkah itu adalah hal yang percuma. Bermimpi tanpa berani melangkah itu adalah hal yang sia-sia. Melangkah maju itu penting dalam mencapai banyak hal.

Kiki Suarni said... Reply Comment

Nama: Kiki Suarni
Twitter: @Kimol12
Link:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/701260975207370753

Jawaban:

Tentu aku lebih memilih melangkah maju. Life must go on. Whatever happens. Menunggu itu penting, tapi melangkah maju itu lebih penting. Buatku jika sesuatu yang kita tunggu itu memang ditakdirkan untuk kita, maka Tuhan pasti menjadikannya milik kita. Itu hanya masalah waktu. Tapi jika itu bukan takdir kita, sebaiknya kita ikhlaskan. Karena pasti Tuhan telah menyediakan yang lebih baik. Dan mumgkin yang terbaik itu datang pada saat kita memgambil langkah maju ke depan.

Terima kasih

Dedul Faithful said... Reply Comment

Dedul Faithful
@dedulfaithful
https://twitter.com/dedulfaithful/status/701268775128006656

Jawaban: aku lebih suka menunggu, alasannya karena tidak memiliki resiko untuk melukai orang lain, ketika menunggu pun kita sebenarnya mencoba bersiap-siap menyusun kemungkinan untuk hal baik/hal buruk yang akan menerpa kita, setidaknya dengan menunggu kita akan menjadi lebih siap daripada sebelumnya.

devira andrawina said... Reply Comment

Devira Andrawina
@devira7117
https://twitter.com/devira7117/status/701275687311683584

pertanyaan : "Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

jawaban : Melangkah maju.
why?
karena kalau kita terus melangkah maju, kita akan menemui banyak hal yang terjadi, menambah pengalaman supaya bisa jadi yang terbaik. tapi kalo cuma nunggu, jalan ditempat yang sama, kita gak akan tau apa yang terjadi selanjutnya.

kalo kamu takut untuk maju, kamu tidak akan bisa tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

Shafa Salsabila said... Reply Comment

Nama : Shafa Salsabila Kurniawan
Akun twitter : @veliashafa
Link share : https://twitter.com/veliashafa/status/701274516429737985

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Obviously, melangkah maju. Dengan melangkah maju, banyak hal yang akan kita dapatkan. Melangkah maju juga mengasah keberanian. Melangkah maju terkadang lebih baik daripada diam. Seperti mimpi. Bermimpilah setinggi langit dan berusahalah untuk membuat anak-anak tangga yang bisa membuatmu mencapainya. Walaupun gagal meraih bintang, setidaknya kau akan meraup segenggam awan.

Namun, dalam situasi-situasi tertentu, adakalanya kita harus menunggu.

Weni Syahfitri said... Reply Comment

Nama: Wika Agustina
Twitter: @agstnwika
Link share: https://twitter.com/agstnwika/status/701295827449421824

Jika sesuatu yg saya tunggu adalah hal yang pasti, saya akan memilih untuk menunggu. Sedikit kesabaran juga harus diperlukan jika kita menginginkan sesuatu yang ingin kita miliki. Tetapi jika sesuatu itu tidak pasti atau hanya dalam angan-angan saja, sudah pasti saya akan memilih melangkah maju. Karena saya tidak ingin membuang sia-sia waktu saya hanya untuk sesuatu yg tidak pasti. Hidup harus terus berjalan. Tidak ada yg bisa menjamin kebahagiaan kita kecuali diri kita sendiri. Untuk itu saya memilih untuk melangkah maju dan menemukan kebahagiaan saya yang belum sempat saya miliki.

Unknown said... Reply Comment

Nama : SIROTUN NABAWIYAH
Akun twitter : @yuppicandy
Link share : https://twitter.com/yuppicandy/status/701296554892664832
jawaban : Pilih "melangkah maju". Soalnya kalo "menunggu" itu ngebosenin. Apa lagi yang di tunggu, belum pasti datangnya kapan. Lebih baik "melangkah maju", bisa sekalian di sambi "menunggu" siapa tahu bisa papasan di jalan, kan lebih cepat ketemunya. Lagi pula, waktu "menunggu" nya jadi nggak ngebosenin. hehe

Abduraafi Andrian said... Reply Comment

Abduraafi Andrian | @raafian
link share: https://twitter.com/raafian/status/701314586532831232

Tentang menunggu atau melangkah melaju, mungkin sulit untuk dipilih salah satunya. Kau tahu, terkadang, hidup harus tetap menunggu. Seperti seseorang yang menunggu pujaan hatinya mengetahui bahwa ia sangat menginginkannya. Tetapi di lain waktu, hidup harus melangkah maju. ketika kau tahu bahwa pujaan hatimu memilih untuk bersama yang lain dan bahkan dirinya tak mengetahui kau memujanya. Pilihan yang sulit. Walaupun begitu, biasanya, melangkah maju adalah suatu keharusan; supaya tidak berlarut-larut. Memikirkan sesuatu dengan berlarut-larut itu tidak baik, katanya.

Pida Alandrian said... Reply Comment

Nama : Pida Alandrian
Akun twitter : @PidaAlandrian92
Link share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/701315450433449985

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
> Aku lebih suka melangkah maju.
Karena dengan kita terus melangkah maju, hidup kita akan lebih berwarna, tidak hanya tertuju pada satu tempat dan tujuan. dan Tidak hanya kebahagiaan yang kita rasakan, tapi juga berbagai rintangan dan hambatan yang dapat kita rasakan. Sehingga bisa membuat kita untuk lebih mendewasakan diri dalam menyikapi hidup. dan bisa membedakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk.
Life must go on...
Hidup itu bukan untuk dianggurin tapi untuk dinikmati dan untuk menjadi pembelajaran dalam kisah perjalanan hidup seseorang kedepannya.
Teruslah maju demi masa depan. Jangan takut akan rintangan, anggaplah rintangan itu sebagai pengiring untuk setiap langkahmu.

Sekian.
Salam Pida Alandrian ;)

bintang permata said... Reply Comment

Bintang Permata Alam / @bintang_ach / Link: https://mobile.twitter.com/Bintang_Ach/status/701301423229771777?p=v
.
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
.
.
Dua pilihan yang sama-sama memiliki resiko. Lagi pula, di dunia sekarang ini apa sih yang yang nggak beresiko?
Aku memilih untuk melangkah maju. Kenapa?
Tidak ada tujuan lain dalam hidup selain melangkah maju.
Menunggu?
Tidak selamanya apa yang kita tunggu memiliki kepastian.
Lebih baik melangkah maju, bertemu dengan tantangan. Tantangan yang justru akan membuat kita kuat.
.
.
:)

mega widya said... Reply Comment

Nama : Mega Widyawati
Akun Twitter : @widy4_w
Link Share : https://mobile.twitter.com/Widy4_W/status/701285815796768768?p=v

Waktu adalah uang, begitulah katanya. Jika aku disuruh memilih antara "menunggu" atau "melangkah maju" ? Aku akan mencari jawaban yang munculnya paling awal diotak-ku dan mudah dinalar logika, namun tak lepas dari kata 'tak mau mengulur-ulurkan waktu, sebab sangat berharga sebuah waktu'. Dan pilihanku yang termasuk kategori paling tepat berada di Opsi nomer dua--Melangkah Maju--Kenapa aku memilih yang ini? Aku sudah memikirkannya secara matang-matang, tentu saja dengan penapsiranku mengenai opsi nomer dua itu lebih meyakinkan. Ada yang bilang, Melangkah Maju kedepan merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian orang, dan aku salah satunya. Menurutku, itu hal benar, Karena kita tak boleh merasa putus asa terhadap apapun sebab tantangan hidup (seberapa pun beratnya) seharusnya terus di hadapi dengan melangkah kedepan, bukannya mundur atau menunggu-nunggu saja. Kapan selesainya sebuah perkara kalo cuma bisa diam dan menunggu? Malah itu membuang-buang waktu dan energi. Dalam realita yang sesungguhnya: yang kadang kala-nya masalah sering menerpa, apa iya kita tetap membiarkan masalah itu terselesaikan dengan sendirinya, Itu hal mustahil yang pernah ada. Dan yang benar ya kita sendirilah yang terus melangkah maju demi menyelasaikan konflik itu.

Oktabri Erwandra said... Reply Comment

Nama: Oktabri
Twitter: http://twitter.com/0ktabri
Link share: https://twitter.com/0ktabri/status/701328699992440832

Menilik jawaban dari teman-teman yang lainnya, aku sempat memiliki pemikiran serupa. Bingung dan memutuskan mengambil jeda untuk memikirkannya ulang. Jika dihadapkan pada pilihan menunggu atau melangkah, terus terang banyak orang akan mempertimbangkan hal ini matang-matang terlebih dulu. Mana yang lebih layak diperjuangkan, mana yang akan ketika salah satunya dikorbankan tidak lebih banyak meninggalkan luka, juga mana yang memiliki hasil yang lebih menjanjikan bahagia. Manusiawi jika memilih yang lebih menguntungkan, bukan?

Namun, sejujurnya sering kali jika diharuskan menunggu atau melangkah, aku pribadi akan memilih melangkah. Berisiko besar memang, meninggalkan zona nyaman demi sesuatu yang baru dan belum tentu lebih baik dari sesuatu yang 'sebetulnya' layak ditunggu dan diperjuangkan lebih. Tapi kenapa harus menunggu? Kenapa menunggu dan menahan diri untuk dibahagiakan jika sebetulnya kita bisa mengambil langkah dan membahagiakan? Terlebih lagi jika yang ditunggu sudah pernah atau bahkan sering mengecewakan atau melukai, maka aku akan mengambil langkah dan meninggalkan karena aku berprinsip, berhenti menunggu dibahagiakan di tempat yang sama dirimu pernah dikecewakan. Jika sudah begitu, melangkah adalah satu-satunya pilihan.

Anyway, pertanyaan yang bagus, April. Sukses membuatku berpikir ulang tentang banyak hal. Terima kasih. :)

visca apriliyanti said... Reply Comment

nama: Visca
twitter: @Visca_Apr
link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/701322613176406016
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
Menunggu itu salah satu bentuk kesabaran dan menunggu itu hanya untuk orang-orang yang sabar, tapi sesabar-sabarnya orang pasti bosen juga kalo disuruh menunggu, apalagi menunggu sesuatu yang ga pasti, fix lah bosen pake banget. dan aku lebih baik memilih untuk melangkah maju dari pada harus menunggu. karena dengan melangkah maju akan ada masa depan yang senantiasa menanti kita.

Yanti Nurhida99 said... Reply Comment

Nama : Nurhidayanti
Akun twitter : @CallMe_Yanti
Link Share : https://mobile.twitter.com/CallMe_Yanti/status/701314260983414784?p=v

Melangkah maju, karena melangkah maju artinya kita melakukan tindakan, nggak cuma diam dan menunggu. Keajaiban itu nggak akan datang sendiri, kitalah yang harus usaha untuk meraih sesuatu. Menunggu akan membuat kita menyesal nantinya. Melangkah maju membuat kita menjadi orang yang nggak akan menyesal di masa depan.

Arum Tyas said... Reply Comment

Nama : Tyas P
Akun twitter : @arum_1tyas
Link : https://mobile.twitter.com/arum_1tyas/status/701336575284654082

Jawaban : Melangkah maju. Karena akan sia sia orang yang menunggu tanpa kepastian. Hidup hanya sekali, dan didepan banyak hal ajaib yang menanti. Jika memang sesuatu yang membuat kita menunggu itu memang berjodoh dengan kita, tanpa ditunggupun pasti akan ketemu nanti. Setiap pilihan selalu butuh pengorbanan. Jika memilih menunggu berarti saya harus mengorbanlan masa depan, dan bila saya memilih melangkah maju saya harus rela bila nantinya saya tidak dapat kembali lagi, meninggalkan segala yang lalu. Tapi saya masih bisa menjadikan semua itu sebagai kenangan. Lagi pula ada tuhan yang selalu menggantikan yang lama dengan yang baru, perpisahan dengan pertemuan baru, dan impian serta harapan baru. Jadi saya lebih memilih maju.

adin dilla said... Reply Comment

hapudin
@adindilla
https://mobile.twitter.com/adindilla/status/701364570984566784

jawaban: saya lebih suka melangkah maju. Soalnya apa pun yang bakal terjadi, enggak akan bikin otak mikirin. Contohnya: saat saya bingung pas harus milih antara 2 acara dan salah satunya harus saya batalkan. Saya nggak akan nunggu temen tanya jadi datang apa enggak. tapi saya akan memberi kabar lebih dulu soal nggak jadi ikut. dengan menunggu, kita akan sibuk menerka apa-apanya. makanya lebih baik maju duluaan. Biasanya kebiasaan menunggu hanya dilakukan oleh orang yang nggak bisa tegas. Resiko ditanggung saja. Kalo berat, kita enggak sendirian. hehehe

Eyis yis said... Reply Comment

Eris Andriani
@RizAnNie88
https://twitter.com/RizAnNie88/status/701357037343502336
Jawaban:

Kalau aku pilih keduanya, menunggu kemudian melangkah maju.
Karena kedua hal ini adalah fase dalam hidup yg sering kita lalui.

Hampir semua hal yg kita lakukan pasti melewati fase menunggu, setelah adanya kepastian ataupun tidak ada kepastian pasti kita akan menentukan untuk melangkah maju.

Seperti cinta, kita memendam rasa dan menunggu sampai dia peka. Kalau dia peka otomatis kita akan melangkah maju untuk menjalani hubungan itu. Namun bila tak terbalas yaudah kita juga harus melangkah maju untuk melupakan dia dan mencari orang lain yg jauh lebih tepat.

Karena dengan menunggu kita bisa tau mana yg baik dan tidak, sehingga kita bisa memperoleh suatu keputusan untuk melangkah maju menuju kesuksesan...

Annisa Ayundi said... Reply Comment

Nama: Annisa Ayundi Prastiwi
Twitter: @annsynd
Link share: https://mobile.twitter.com/annsynd/status/701391765304057856

Jawaban:
Melangkah maju. Karena menunggu itu menyia-nyiakan waktu, sementara kita masih harus mengerjakan banyak hal. Hidup kan cuma sekali, jadi daripada menunggu (apalagi yang tidak pasti), lebih baik kita memperbaiki diri dan melakukan suatu hal yang menakjubkan untuk dikenang dan diingat orang lain. Setiap detik yang berlalu nggak bisa kembali lagi, berapapun kita bayar.
Tapi tidak ada salahnya menunggu sesuatu yang memang benar-benar pantas di tunggu. Boleh saja menunggu, tetapi harus mempunyai prinsip "Aku akan tetap menunggu. Tidak peduli kau datang atau tidak" kepada orang yang akan berkata "Aku akan datang. Tidak peduli kau masih disana atau tidak".

Kazuhana El Ratna said... Reply Comment

Nama : Ratnani Latifah
Twitter : @ratnaShinju2chi
Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/701409674566893569

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Jawab : Saya memilih untuk maju. Kenapa? Karena hidup harus diteruskan. Kita memang bisa melihat ke belakang tapi bukan untuk berdiam diri apalagi menyesali yang sudah tejadi, tapi untuk belajar dari kesalahan dan terus memperbaiki diri. Ketakutan hanya akan membuat kita terjebak pada bayang hitam masa lalu. Karena itu kita harus terus maju. Memulai dengan hal baru.

Mila Rhmatunnisa said... Reply Comment

Nama : Amilah Rahmatunnisa
Akun twitter ; @RnMilaa
link share ; https://twitter.com/RnMilaa/status/701411596564697088
Follow via GFC : Mila Rhmatunnisa

Jawaban
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Of Course melangkah maju. Karena aku berpikir menunggu tidaklah penting dan hanya menunggu ketidakpastian. Hidup janganlah hanya stuck di tempat saja. Karena kita harus terus mencari pengalaman dan menghadapi tantangan yang datang silih berganti. Hidup ini terlalu singkat tuk dihabiskan dengan seseorang yg tak berarti bagimu. Jika dia orang yg tepat,kejarlah dia dan teruslah berjuang untuk mendapatkannya. Bukan dengan menunggu dan berharap saja, karena cinta itu butuh perjuangan dan pengorbanan.
Cinta akan datang kepada mereka yang masih berharap, meskipun mereka telah merasakan kekecewaan sebelumnya. Berharap boleh saja asalkan kita mencoba menggapai harapan itu dengan melangkah maju. Bukan dengan menunggu harapan itu datang tanpa adanya usaha dan tindakan. Karena apa yang di tanam itulah apa yang diperoleh. Cinta sejati itu kekuatan antara dua hati. Mata dan pikiran tak pernah bisa menyadari datangnya cinta sejati, hanya hati yg bisa! Biarlah cinta itu sendiri yang akan menemukanku di waktu yang tepat. Disaat dimana aku tidak memperhatikan cinta dan sibuk dengan menggapai impianku.

Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Seperti penggalan lyric apalah arti menunggu by Raisa. Lagu ini mengajarkanku bahwa cinta itu dicari bukannya ditunggu:)

Jangan meminta Tuhan tuk membimbing JALANMU, jika kamu tak bersedia tuk melangkahkan KAKIMU. Seperti kata pepatah. Aku akan melangkahkan kakiku bergerak maju kedepan agar tuhan membimbing jalanku ke jalan yang benar dan menunjukkan padaku makna kehidupan yang sebenarnya. Bukan hanya menunggu takdir dan tidak pernah mencoba merubahnya. Aku akan mencoba bertindak demi menggapai semua harapan, impian dan mimpiku. Tidak pernah menyerah apabila menemukan kegagalan. Karena Life is good when you know how to live it well. Change your perspective! Enjoy the life you have! You don’t live twice.

Terimakasih kesempatan giveawaynya kak April ^^
Wish Me Luck

marcinha uchiha said... Reply Comment

Nama: Rozi
Akun twitter: @marcinhauchiha
Domisili: Bojonegoro
Link share: https://mobile.twitter.com/marcinhauchiha/status/701440924446908

Jawaban:
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Saya memilih melangkah maju. Karna, dengan kita memilih maju kita bisa meraih sesuatu yang kita harapkan atau sesuatu yang tertunda. Dibalik kita melangkah maju, kita juga menunggu, dalam artian penantian itu tidak terasa.

Isqi Noor Hamdani said... Reply Comment

Nama : Isqi Noor Hamdani
Twitter : @Isqi_Noor
Link Share : https://twitter.com/Isqi_Noor/status/701471500063342594

Jawaban :
Aku suka kedua-duanya karena pada keduanya itu tersimpan sebuah pembelajaran.
Menunggu mengajarkan kita tentang arti kesabaran dan keikhlasan. walaupun sering dikecewakandalam menunggu, tapi disitulah pembelajaran yang sebenarnya.
Melangkah maju mengajarkan kita untuk terus berjuang dan berusaha untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Nova Indah Putri Lubis said... Reply Comment

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Twitter : @n0v4ip
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/701484002520211456

Saya lebih suka melangkah maju karena saya tidak suka menunggu terutama pada hal-hal yang belum jelas. Tapi jika dikaitkan dengan hubungan asmara dan menunggu disini dalam arti kata sudah ada komitmen dan batas waktu menunggu sebelumnya, saya akan menunggu sampai batas waktu yang ditetapkan dan jika ternyata meski sudah ada komitmen tapi sampai waktu tertentu belum ada kejelasan, saya lebih memilih melangkah maju karena seperti apapun kejadiannya hidup ini harus melangkah maju. Karena jika terus menunggu kapan jalannya. Lampu lalu lintas aja ada jeda waktu antara merah, kuning dan ijo. Kalo lampu udah ijo, tapi masih nunggu juga, ya kena semprot masa... hehe *abaikan*

Terima kasih... ^^

Kitty said... Reply Comment

Nama: Kitty
Akun twitter: @womomfey
link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/701532635445665792


"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

>> Bagiku, untuk alasan apapun, menunggu adalah hal yang SANGAT MEMBOSANKAN! Apalagi menunggu itu hal yang sangat pasif dan bahkan tanpa ada kepastian apapun! Aku juga termasuk orang yang suka tantangan. Itu sebabnya aku memilih untuk berani mengambil risiko dan terus melangkah maju. Meskipun langkah yang kuambil juga belum tentu benar atau membuahkan keberhasilan, setidaknya aku sudah mencobanya sehingga tidak akan ada penyesalan yang timbul dari kepasifan menunggu.

Gagal karena telah mencoba masih jauh lebih baik ketimbang diam ditempat tanpa berbuat apapun! Penyesalan yang akan datang pasti jauh lebih menyesakkan jika kita hanya menunggu tanpa berusaha berani mengambil risiko untuk mencobanya.

You will never know until you try!

ulfa Nsyifa said... Reply Comment

nama: Ulfa Nursyifa
Twitter: @ulfaminha
Link share: https://mobile.twitter.com/ulfaminha/status/701417753790382080?p=v

Hmmm menunggu. Karena sejatinya, kita hidup untuk menunggu mati. Hanya saja, dalam proses menunggu itu kita melangkah maju, untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, untuk hidup lebih baik.

Nyi Penengah Dewanti said... Reply Comment

Nama : Nyi Penengah Dewanti
Akun twitter:@nyipenengah
link share : https://twitter.com/NyiPenengah/status/701587946063863810

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Jawaban : Menunggu dan melangkah adalah sebuah pilihan dengan tujuan yang sama. Saya lebih suka melangkah maju, karena dibelakang tunggu saya sudah menabur lebih banyak, maka dengan melangkah maju saya yakin kelak akan menuai.

salam kenal
sudah ikutin all rules

nunaalia 79 said... Reply Comment

Nama: Aulia
Twitter: @nunaalia
Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/701595260833533952

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Jawaban:
Aku akan menunggu sambil melangkah maju.
Kalau hanya menunggu pasti akan merasa bosan, apalagi tanpa melakukan apapun, malah stuck sama menunggu yg belum pasti, rasanya seperti membuang waktu sia-sia. Oleh karena itu kita bisa melangkah maju dengan open our mind and our heart.
Dari dua hal tersebut kita juga bisa mengambil pelajaran. Menunggu membuat kita belajar untuk setia dan bersabar, walaupun terkadang rasa kecewa dan bosan selalu mengiringi. Dan dengan melangkah maju kita belajar untuk berusaha mencapai keinginan kita, walaupun sering kali apa yg kita dapat tidak sesuai harapan. Tapi itulah romantikanya kehidupan. :)

desty said... Reply Comment

Nama : Desty
Akun twitter : @destinugrainy
Share : https://twitter.com/destinugrainy/status/701603253268541440
Jawaban :

Saya memilih melangkah maju. Menunggu adalah kegiatan yang membosankan, apalagi jika tidak ada kejelasan waktunya. Daripada waktu terbuang sia-sia, lebih baik melangkah maju. One step ahead is better than nothing. Jika dilakukan dengan benar, setiap langkah yang diambil pasti ada hikmahnya.

Asri Rahayu MS said... Reply Comment

Nama : Asri Rahayu MS
Akun twitter : @princessashr
Share : https://twitter.com/PrincessAshR/status/701621063461933056
Jawaban :

Saya lebih memilih melangkah maju daripada harus menunggu. Karena menunggu itu, sumpah, bikin BT, bosen abisss. Kalau menunggu dapat hasil sih nggak apa-apa, tapi kalau nggak, haduh sia-sia deh waktu yang kita punya. Tapi, setidaknya, jika kita melangkah maju, kita harus tau langkah apa yang kita ambil, apakah langkah tersebut positif atau negatif. Apa dampaknya di dalam kehidupan kita nanti. Just think smart when you decided to go ahead.

hoshinotika said... Reply Comment

Kartika
Twitter: @hoshinotika
Link Share: https://twitter.com/hoshinotika/status/701266275318632448

Ditanya seperti ini aku jadi teringat kata-kata dari salah satu manga yang aku baca, kira-kira begini bunyinya "If you only wished, the possibilities for you are endless". Membaca kata-kata itu membuatku berpikir dan tersadar, bahwa menunggu itu tidak selalu berakhir indah. Menunggu itu melelahkan jika yang kau tunggu bahkan tidak menyadarinya. Menunggu terlalu lama akan membuatmu kehilangan sesuatu, bahkan sesuatu yang lebih berharga dari apa yang kau tunggu. Jadi aku berpikir kenapa kita tidak melangkah maju saja? Melanjutkan hidup ke depan, bertemu dengan segala kemungkinan yang ga akan kita dapetin saat menunggu. Jadi, tarik napas, tegakkan tubuhmu dan melangkahlah ke depan! Move on! and find something new in your life~ xD

liefah kimyosan said... Reply Comment

Nama : liefah
Twitter: @liefahzaneta
Link : https://twitter.com/liefahzaneta/status/701628475778711553

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Melangkah Maju: Karena mau bagaimanapun hidup akan terus berjalan kedepan, menyelesaikan cerita kehidupan yang lebih pasti dan nyata.
Tetap melangkah tanpa bayangan dan penantian di masa lalu yang bukan seharusnya milik kita sebaiknya lepaskan :)

Anonymous said... Reply Comment

Nama: Emma
Akun twitter: @EmmaNoer22
link share: https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/701585463862231040?p=v

Pertanyaan:
"Kamu lebih suka
menunggu atau
melangkah maju?
Kenapa?"

Jawaban: melangkah maju adalah apa akan menjadi pilihan terbaik yang akan dipilih seseorang. Tapi pada dasarnya mereka juga menunggu, menunggu waktu bergerak maju, hari ini aku menunggu hari berikutnya, begitu seterusnya. Jadi aku rasa menunggu bukan hal yang yang bisa dihindari, menunggu waktu dan bergerak bersamanya sambil melihat, mengenang dan belajar bersama perjalanan waktu yang aku lalui sampai dimana waktu itu sendiri yang menghentikan perjalananku, menutup kisah hidupku.

nDayeng said... Reply Comment
This comment has been removed by the author.
nDayeng said... Reply Comment

Nama : Hendi Setiyanto
Akun twitter : @hendisetiyanto
link share : https://twitter.com/hendisetiyanto/status/701658107336785920
"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Sejatinya semua makhluk di dunia ini mau tidak mau harus menunggu. Ya..menunggu di sini dalam hal batas usia. Sejak manusia dilahirkan ke dunia, mereka sudah dibekali catatan masa depan mengenai jodoh, rejeki, maupun maut. Namun satu yang pasti adalah setiap makhluk hidup yang bernyawa akan mendapat giliran untuk menunggu ajal menjemput mereka. Seram? Tentu sebagai manusia biasa aku pun berpikiran begitu. Akan tetapi kita mau cepat atau lambat pasti akan menemuinya. Sejauh mana dalam masa ”menunggu” tersebut, kita bisa memanfaatkan waktu untuk memenuhi bekal amal ibadah serta kebaikan-kebaikan yang dapat menolong kita semua.
Dalam urusan asmara sebagai manusia biasa tentu kita masih bisa diberi cobaan untuk sabar menunggu entah itu menunggu jodoh atau pun sang belahan jiwa kita di masa depan. Namun menunggu itu ada batasnya. Fitrah manusia sejatinya tidak sabaran dan ingin segala sesuatunya bisa cepat. Begitupun denganku.
Menunggu itu menyakitkan apalagi jika tidak diiringi dengan usaha atau ikhtiar. Menunggu bisa membuat seseorang kehilangan langkah dan semangat dalam hidupnya. Menunggu bisa saja membuat orang makin semangat jika yang ditunggu tersebut sudah jelas. Lebih menyakitkan lagi jika kita menunggu sesuatu yang masih abu-abu. Misal kita mencintai seseorang, namun kita tidak berani mengungkapkannya secara langsung karena takut akan fakta yang diterima antara ditolak atau diterima. Kita mengharap orang yang kita tunggu tersebut mau peka dengan perasaan kita. Namun tidak semua orang dibekali rasa peka yang benar-benar peka. Yang ada malah kita bakalan kecewa dengan hal yang kita tunggu tadi.
Aku bertanya, rindu ini untuk siapa?
Aku bertanya, perasaan ini untuk siapa?
Aku bertanya, ini sebenarnya apa?
Kenapa?
Untuk apa?
Mengapa?
Dia tenang dalam redupnya cahaya
Dia nyaman dalam sunyinya
Dia hidup dalam dunianya
Dia aman dalam imajinasinya
Dia terlelap di ranjangnya
Namun hidup harus dihadapi dengan segala macam cobaan
Manusia tidak boleh menyerah dengan ketakutannya
Manusia harus bangkit dari deritanya
Sesekali merenungi derita, boleh saja
Namun terbawa masuk ke dalam penderitaan, itu hanya akan menyiksa diri
Mencoba bangkit, harus dicoba
Sekuat apapun manusia mencoba untuk menunggu, pasti ada satu titik dimana kita merasa jenuh dan rasa sabar selama ini terasa sia-sia. Hal yang kita tunggu belum tentu akan kita raih atau temui, padahal waktu terus berjalan tanpa jeda bahkan saat kita terjaga dalam buaian mimpi-mimpi di malam hari.
Jadi…kalau ditanya "Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju, dan kenapa?” maka saya akan menjawabnya dengan : sebagai manusia biasa terkadang kita mau tidak mau harus berada dalam posisi menunggu yang pada titik tertentu, kita tidak bisa menolaknya. Akan tetapi sebagai manusia yang harus bisa terus menyesuaikan diri, tentunya kita juga harus memutuskan untuk melangkah maju karena kita sudah tahu kalau hal yang kita tunggu tadi terkadang hanyalah hal semu. Kita harus bersiap maju menghadapi cobaan hidup yang akan terjadi. Bak bayi yang sedang berjalan melangkah, tentu ia akan terjatuh-jatuh dan gagal. Ada proses dimana kita harus “menunggu” hingga kita terbiasa dengan resiko dari menunggu tersebut. Namun ia terus mencoba melangkah dan melangkah maju hingga perlahan ia bisa berjalan dengan kedua kakinya. Kita boleh berada dalam posisi menunggu namun kita harus terus bersiap kapan kita akan melangkah maju.

Whella D. Nurlela said... Reply Comment

Nama : Whella Nurlela
Akun twitter : @whella_nd
link share : https://twitter.com/whella_ND/status/701670411075858433

jawaban :
aku memilih melangkah maju, karena hipotesisku jika aku menunggu, itu hanya menghabiskan waktu untuk hal yang semu. sedangkan masa datang menyambut kita dengan gemilang.
dan kenapa kita harus menunggu cinta yang belum pasti?
Cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari. maka cinta akan ada jika kita sirami, pupuk. jangan hanya menunggu^^

Tanya Fransisca said... Reply Comment

Nama : Tanya Fransisca
Twitter : TanyaFcsh_
Link : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/701694862265966592

Kalo aku sih memilih melangkah maju
Soalnya kita hidup di jaman yg semakin maju
Ditambah dengan adanya peresmian negara asean nanti
Waduuhh kalo masih memilih menunggu pasti udah ketinggalan banyak

Dalam segi apapun itu
Pekerjaan, pendidikan, bahkan cinta.
karena aku percaya kalo jodoh ga kemana
Jadi, daripada menunggu ampe lumutan mending maju terus deh
Heheheh
Sekian ^^

Ismaa Nurul W said... Reply Comment

Nama: Ismaa
Akun twitter: @ismaanw
Link share: https://twitter.com/ismaanw/status/701744841630183425

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Melangkah maju, pasti! Kenapa? Alasannya simpel sih. Secara harfiah, melangkah itu juga berpindah tempat. Lah, kalau air/udara aja berpindah tempat, masa iya aku mau stuck di satu tempat? Nggak mau kalah dong.

Alasan lainnya, teknologi aja maju, masa kita mau pake teknologi jadul mulu? Enggak dong, harus ikutin perkembangan zaman.

Okay, itu cuman perumpamaan aja. Semisal, aku menunggu. Menunggu itu hal yang sia-sia. Hal yang pasti? Mana ada hal yang pasti. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, bahkan setiap abad pun, semua akan berubah. Waktu itu maju, nggak mundur. Waktu itu terus maju, nggak menunggu. Tanpa dikomando pun, si waktu ini akan bergerak maju. Bisa bayangkan jika 'waktu' tetap diam dan menunggu? Nah, itu dia! Hal yang pasti itu nggak ada. Jikalau ada, itu butuh proses. Proses itu maju, bukan diam, jadi kita harus melangkah maju untuk menggapai hal yang pasti itu.

Misa si doi bilang mau lamar kita 10 tahun lagi, emang kita bisa jamin kalau doi bakal tetap pegang teguh ucapannya? Enggak dong. Ada Tuhan, ada takdir, ada waktu, ada proses. Saat melalui itu semua, pasti ada hal yang berubah, kan? Nggak peduli hal yang berubah itu apa, yang pasti akan ada yang berubah. Siapapun nggak ada yang tahu perubahan itu dalam bentuk apa, dalam aspek apa. Yang pasti, semuanya akan ada yang berubah.

Well, kalau seandainya ada yang bilang, "Gue gagal move on, nyet." Itu artinya, dia salah satu orang yang nggak mau maju, nggak mau berkembang. Cowok/cewek masih banyak yang lebih 'oke' dan 'wow' dibanding mantan lo yang di masa lalu itu.

Menunggu karena doi janji setia sama kita? Ingat, pasti ada yang berubah, dan kita nggak bisa jamin dia tetap setia. ;)

Btw, menyinggung tentang menunggu tadi ... seperti yang aku bilang sebelumnya, menunggu itu hal yang sia-sia. Waktu yang kita punya cuma untuk menunggu, itu basi. Waktu luang itu waktu yang bebas. Kita bebas ngapain aja, asal tetap dengan norma/aturan yang berlaku, dan jangan lupa sopan santu juga.

Waktu luang yang kita punya itu bisa untuk hal-hal yang produktif. Kalau kita produktif, bisa menghasilkan 'something' lho. Misal ya, uang! Siapa yang nggak mau uang coba? Haha.

Oh ya, di islam itu, waktu yang terbuang sia-sia itu membuat kita nggak maju-maju. Sangat relevan dengan zaman sekarang, kan?

Coba lihat di sekita kalian, orang yang berhasil alias sukses itu orang yang gimana? Orang yang mau berusaha, kan? Orang yang mau bergerak maju, kan? Jadi, jangan hanya menunggu doang. Come on, moving up!


Btw, aku kayak ceramah aja yaa. Wkwkwk. Nama admin blognya siapa kalau boleh tahu? April? Nah, kak april, menangin aku di GA ini yaaa. /ngarep banget/

Oh ya, kak. Maafkan aku yang berbicara panjang lebar. Dan, maafkan aku kalau ada kata-kata yang mengandung kenarsisan. Itu hanya kesamaan narsis belaka. /apalah ini/ /abaikan/

Sekian. Terima kasih.


p.s: sekali lagi, jangan lupa menangin aku di GA ini ya, kak. Wkwkwk. /ditimpukmassa

Salam ketje, ketjup sayang, Ismaa. *tebar lope-lope*

Siti Nuryanti said... Reply Comment

Nama : yanti
Twittet : @NelyRyanti
Linkshare:https://twitter.com/NelyRyanti/status/701755017326231552

Kamu pilih menunggu atau melangkah maju ?
Jawabannya ga sesederhana pertanyaanya..kadang menunggu itu diperlukan. Seperti menunggu sang pujaan hati yang berjanji akan datang, meskipun telat2 dikit, lebih baik menunggu bukan?..yaah meskipun menunggu pekerjaan yg membosankan, tp akan tetap menyenangkan apalagi menunggu sang kekasih sambil baca buku kepada gema..itu pasti ga kerasa deh #ngarepdapatbukunya
Jadi saya akan pilih menunggu, karena menunggu bukan berarti diam kan..ada hal yang bisa dikerjakan sambil menunggu. Menunggu juga bisa dikatakan bersabar..nah orang sabar itu di sayang pacar..#nah lo jawabannya makin ngaco..
Apriil..pliss menangin donk..#sambil kedipinmata..langsung kabur sebelum ditimpuk massa

Diddy Syaputra said... Reply Comment

Nama: Didi Syaputra
Twitter: @DiddySyaputra
Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/701767179818049536?p=v

Seperti lainnya, sudah tentu Saya akan melangkah maju. Yap, sangat benar jika dikatakan dalam menunggu juga banyak hal yang bis dilakukan. Ya, namun terbatas pada sekedar mengharapkan tanpa mampu mengais sendiri harapan tersebut.

Saya memilih melangkah maju karena hidup Saya berada pada kendali waktu, dan waktu nggak akan pernah memberi kesempatan untuk dikendalikan tiap detaknya, ia akan terus bergulir, nggak akan berhenti. Karena itu Saya nggak memilih diam, menunggu, sementara kesempatan perlahan beranjak pergi. Waktu nggak akan pernah memberi tolerasi, sekalipun Saya memohon agar ia terputar kembali sebagaimana sebelumnya. Satu hal yang benar-benar Saya tahu pasti tentang waktu dalam kehidupan adalah kemampuannya yang sangat hebat untuk menyiksa setiap orang dalam bentuk penyesalan. Dan dengan alasan itu, Saya memilih melangkah maju, bertindak ke depan, nggak hanya di peraduan, Saya lebih baik menyesal pada sesuatu yang telah Saya lakukan daripada menyesal pada sesuatu yang belum sempat tersentuh sama sekali, karena hidup Saya bukan dalam angan tapi dalam kenyataan.

Terima kasih! ;D

Rini Cipta Rahayu said... Reply Comment

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
https://twitter.com/RiniCipta/status/701775412150448128

Menurutku, sebelum kita memutuskan untuk menunggu atau melangkah maju, kita harus tau betul apa tujuan yang ingin kita capai. Segalanya akan percuma jika tanpa perencanaan yang matang. Menunggu akan sia-sia ketika kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk mengubah keadaan. Melangkah maju pun akan tak tentu arah jika kita tak fokus pada tujuan.
Ada hal yang lebih baik jika ditunggu. Tapi ada pula sesuatu yang menuntut kita menjadi pribadi yang dinamis. Jika diminta memilih, aku lebih memilih melangkah maju. Bagaimanapun juga, perubahan pasti tetap terjadi. Kita tidak bisa diam di tempat dan hanya menyaksikan perubahan, tapi juga harus ikut membuat perubahan itu. Salah satu caranya dengan melanjutkan hidup, berbekal dengan pengalaman yang kita alami di masa lalu.

Rini Cipta Rahayu said... Reply Comment

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
https://twitter.com/RiniCipta/status/701775412150448128

Menurutku, sebelum kita memutuskan untuk menunggu atau melangkah maju, kita harus tau betul apa tujuan yang ingin kita capai. Segalanya akan percuma jika tanpa perencanaan yang matang. Menunggu akan sia-sia ketika kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk mengubah keadaan. Melangkah maju pun akan tak tentu arah jika kita tak fokus pada tujuan.
Ada hal yang lebih baik jika ditunggu. Tapi ada pula sesuatu yang menuntut kita menjadi pribadi yang dinamis. Jika diminta memilih, aku lebih memilih melangkah maju. Bagaimanapun juga, perubahan pasti tetap terjadi. Kita tidak bisa diam di tempat dan hanya menyaksikan perubahan, tapi juga harus ikut membuat perubahan itu. Salah satu caranya dengan melanjutkan hidup, berbekal dengan pengalaman yang kita alami di masa lalu.

Akhfhin Rahardhiyanto said... Reply Comment

Akhfhin
@afingleek
https://twitter.com/afingleek/status/701796750449750016

Menunggu atau melangkah maju?
Jaman sekarang udah ga jaman yang namanya nunggu kak Ap, sekarang itu jamannya melangkah maju, kalo sampe sekarang masih nunggu terus aja hidup ga akan maju, Apin kapan punya pacar, skripsi ngga akan selesai (duh, jadi curhat...) Tapi serius deh kak April emg sekarang itu jamannya kita yang aktif, kita yang ngejar apa yang kita mau karena di dunia ini aku percaya ngga ada yang langsung jatuh ke tangan kita semudah itu tanpa kita ada usahanya. Jadi kalo aku sih pilihnya melangkah maju, atau mungkin maju mundur cantik bareng syahrini XD

Fabiola Izdihar said... Reply Comment

Nama: Lala
Akun Twitter: @fazidaa_
Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/701803683109941248
Jawaban:

Sebenarnya lebih baik jika melakukan keduanya. Menunggu tidak akan sia-sia jika yang ditunggu memang pantas, tetapi aku juga tidak boleh stuck pada satu masa. Aku lebih suka menunggu daripada melangkah maju dalam banyak hal, karena sebelum aku melangkah ke depan, ada baiknya menyelesaikan hal yang belum sempat terselesaikan. Mau bagaimana pun juga, aku tidak akan berhenti menunggu. Jika berhenti, sesuatu yang tertinggal di belakang itu mau tidak mau suatu saat nanti akan kembali menghampiri di masa depan; entah dalam bentuk ingatan atau sosoknya yang tiba-tiba muncul. Lebih baik menunggu hal yang perlu ditunggu, agar tak ada penyesalan mengapa tidak menunggu dan malah mencoba melupakan, apa lagi jika yang ditunggu malah kembali. Meski terasa sakit dan lelah saat menunggu, aku yakin pengorbanan tidak akan sia-sia, karena aku akan mendapatkan sesuatu darinya; berupa banyak pelajaran.

eka putri said... Reply Comment

Nama: Eka
Twitter: @ekafap
Link share: https://mobile.twitter.com/ekafap/status/701948423109369857?p=v
Jawaban:

Menunggu atau melangkah maju. Keduanya dua hal yang sama-sama memikat hati.Orang yang memilih untuk menunggu menurutku punya perasaan yang tulus. Namun sayangnya, di antara mereka terkadang lupa bahwa segala sesuatu bukan melulu soal menunggu dan mereka jadi lupa untuk terus bergerak. Aku lebih memilih menunggu sambil terus melangkah maju. Kenapa? Karena menunggu itu pilihan, sedangkan melangkah maju itu harus dilakukan. Entah sedang menunggu atau tidak, kita harus terus bergerak. Kalau kita diem aja, itu udah pasti kita bakal ketinggalan.

Zen Ashura said... Reply Comment

Irfan Rizky
@irfansebs
https://mobile.twitter.com/irfansebs/status/701975407319363584?p=v

Ada satu manga yang bercerita tentang Akari dan Akatsuki yang sama-sama sedang menunggu seseorang di depan jembatan desah. Akatsuki menunggu kakanya sedangkan Akari menunggu temannya. Mereka berdua terus menunggu dan menunggu namun tak ada yang kunjung datang. Akatsuki yang tak sabaran dan temperamental misuh-misuh, ndumel, banyak komplen pokoke. Sedangkan Akari yang memang suka menunggu malah santai-santai saja. Melihatnya membuat Akatsuki keheranan, hingga Akari memberitahunya ada banyak hal yang bisa kita lakukan ketika menunggu. Seperti membicarakan sejarah bandara Marco Polo, membantu anak kecil yang sedang memberi makan bebek-bebek yang sedang berenang di bawah jembatan sana. Dan satu yang paling saya suka ketika Akari menceritakan tentang legenda jembatan desah.
"Jembatan itu, dulu di Venezia, adalah jembatan penghubung antara gedung pengadilan dengan gedung penjara kota. Dan anehnya, setiap terdakwa yang jalan di atasnya akan berhenti tepat di tengah, di balik jendela kecil di sana. Lalu ketika melihat pemandangan kota Venezia, tanpa sadar dia akan mendesah.
Karenanya jembatan itu disebut jembatan desah.
Dan sekarang, kita masih mendesah di depan jembatan desah, karena kita tahu..

kita berada di tempat terindah yang mengundang desah."

Ada hal-hal yang luput dilakukan di jaman kekinian ini. Orang-orang begitu tergesa-gesa, hingga lupa untuk sejenak berhenti, menunggu, menikmati, mengambil satu-dua napas, melakukan hal-hal yang tidak biasa ia lakukan.
Lalu ia menua dan heran karenanya. Kemudian apa yang tersisa kemudian?
Penyesalan.
"Kenapa sih dulu gue begitu? Kenapa gak begitu? Coba dulu gue begini, gak begitu."

Hidup ini sebentar, Nak, maka nikmatilah.

Oh iya, plot twist, Akatsuki akhirnya bertemu setelah 10 jam menunggu, dan Akari ternyata salah hari janjian. Ehe.

ratipramita said... Reply Comment

Rati pramita
@ratipramita
https://mobile.twitter.com/ratipramita/status/701987405281284096?p=v

Seperti jarum jam yang terus berputar tanpa menunggu sesiapapun mengusaikan kegiatannya, pun pergeseran matahari yang tak pernah menyampaikan permisi. Maka menunggu tanpa kepastian hanya akan memakan usia yang berujung pada kesia-siaan, melalaikan yang berujung pada keterlambatan. Aku tentu akan memilih melangkah maju sekecil apapun langkah itu dan melakukan yang terbaik dan bersiap dengan segala kejutan yang menanti. Karna segala hal yang sejatinya adalah "milik" tak akan lari kemanapun.

Neni Arwanda said... Reply Comment

Nama : Neni Arwanda
Twitter : @NeniArwanda95
Link Share : https://twitter.com/NeniArwanda95/status/701992197306986496

Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?

Jawaban: Aku lebih suka melangkah maju. Membiarkan yang dibelakang tetap dibelakang dan menjemput yang telah menungguku didepan sana. Bukankah menunggu hanya soal waktu kapan untuk melangkah maju? Jadi sebelum semuanya terlambat, melangkah maju menjadi pilihan yang akan dipilih bagi siapapun yang menginginkan perubahan. Menempatkan masa lalu pada tempatnya dan menjemput masa kini lantas menjadikannya kebahagiaan sejati. :)

Sulhan Habibi said... Reply Comment

Nama : M. Sulhan Habibi
Twitter : @sulhanhabibi
Link share : https://twitter.com/SulhanHabibi/status/702046874690314240
Follow via GFC : Hab2

Kalau harus memilih antara melangkah maju terus atau menunggu, tentu aku memilih until melangkah maju.

Dengan melangkah maju kita tidal melewatkan kesempatan yang ada di depan kita. Dengan melangkah maju, ada usaha yang kita lakukan until meraih apa yang kita inginkan.

Tapi, ingat.
Kita tidak selamanya bisa melangkah maju terus-menerus. Akan ada moment kita harus berhenti dan menunggu. Kita butuh jeda untuk melihat hasil yang kita capai dan memperbaiki jika ada kesalahan (dengan menunggu), namun setelah berhenti tentu saja jangan lupa untuk melangkah maju lagi.
Hidup ini terus berjalan dan kita harus terus melangkah mencapai yg terbaik..

Ari Rizee said... Reply Comment

Nama: Muthia B
Twitter: @tiarizee
Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/702047710652850177

Setelah berbagai perjalanan yang kulalui, pahit manis kehidupan yang aku jalani, tentu saja aku memilih untuk melangkah maju. Aku akan menunggu orang-orang yang pantas untuk aku tunggu. Karena waktu tidak bisa menunggu. Dan hidup tetap harus terus berjalan. Dengan melangkah maju, banyak hal yang akan kutemui dalam perjalanannya. Baik dan buruk pun akan kuterima sebagai pelajaran hidup yang berharga daripada menunggu sesuatu yang kepastiannya masih semu. Karena setiap langkah yang kuambil pastilah ada konsekuensi yang akan kuterima. Dan aku siap menerimanya daripada harus bersembunyi dibawah kata 'menunggu'. Aku benci dimana aku harus menghabiskan waktuku dengan menunggu seseorang yang kutunggu untuk datang. Terlarut dalam pikiran "kapan ia datang?" adalah hal terakhir yang aku inginkan. Jujur saja, menunggu itu melelahkan. Janji manis yang didapat dari hasil menunggu pun tak selalu sesuai dengan harapan. Karenanya, aku memberikan kesempatan pada diriku sendiri untuk melangkah maju. Menemukan tantangan baru dan hal baru yang belum pernah kucicipi sebelumnya. Resiko selalu berdampingan dengan konsekuensinya. Tinggal bagaimana cara kita saja yang bijak dalam mengolahnya.

Intan Novriza Kamala Sari said... Reply Comment

Nama : Intan Novriza Kamala Sari
Akun twitter : @inokari_
Link share : https://twitter.com/Inokari_/status/702050291684773888

Jawaban :

Lebih milih nunggu ato melangkah maju?

Kalo aku sih NUNGGU, kak.

Kenapa harus buru-buru melangkah maju ninggalin sesuatu yang emang layak ditunggu kan? Belum tentu juga saat kita melangkah maju, keadaan bakal membaik.

Eh tapi tentunya, nunggunya ga nunggu-nunggu kosong. Tapi disambi sama ngelakuin hal-hal yang bisa bikin diri kita jadi lebih baik.

Pengalaman pribadi nih, kak. Beberapa tahun lalu, aku nungguin kesempatan biar bisa masuk RRI, sampe ditempel di papan mimpi segala loh. Dan itu tercapainya ga sebulan dua bulan, tapi kudu nunggu beberapa tahun. Sambil nunggu, aku tetep dengerin radio, belajar otodidak, upgrade pengetahuan sama bahasa asing, dll. Jadi saat kesempatan datang, langsung samber dan lolos deh. Yey.

Sekarang pun aku lagi nunggu seseorang datang ngelamar *cieee. Tapi entah kapan sik. Belum jelas (ato emang ga jelas haha). Kadang ya baper nungguin, tapi kalo disambi bersibuk-sibuk ria ya hilang bapernya. Disibukin belajar masak, belajar rapiin rumah, belajar manage waktu, kerja di kantor yang rajin, ngekuis yang ganas *eh dll. Banyak kok kegiatan seru yang bisa dilakuin sambil nunggu. Dan yang pasti, nunggu bikin kita jadi orang yang lebih sabar dan ga keburu-buru *ya iyaalah :D

Daisy S said... Reply Comment

nama lengkap: Daisy
twitter: @daisy_skys
domisili: Semarang
link share : https://twitter.com/Daisy_skys/status/702100716362530816

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Aku sudah memikirkan dalam dalam mengenai dua pilihan itu dan akhirnya kuputuskan untuk memilih menunggu . Aku tidak mau terburu buru , meskipun menunggu itu terasa sangat menyebalkan , mengesalkan , dan kadang terasa menyakitkan tapi semua kisah menunggu yang pernah kubaca punya akhir yang menarik.

Bohong besar kalau aku memilih melangkah maju. Tanpa menunggu tidak ada hal yang akan berjalan dengan baik . Aku jadi teringat peristiwa Rengas Dengklok . Perseteruan pendapat antara golongan muda dan tua untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesi. Ketika golongan muda memutuskan untuk melangkah maju untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tapi golongan tua dengan bijak mengatakan untuk menunggu dahulu sampai ditentukan waktu yang tepat. Bagiku itu sudah cukup membuktikan bahwa menunggu terasa lebih bijak , tidak terburu buru mengambil keputusan dan aku fikir menunggu itu terasa lebih dewasa . Meskipun tidak semua akhir dari menunggu itu indah , tapi apa salahnya menunggu ?

Coba bayangkan jika dahulu tanpa menunggu tapi langsung mengambil langkah untuk memproklamasikan kemerdekaan .Aku tidak yakin negeri tercinta kita bisa mencapai tujuannya yaitu merdeka.

Di dunia ini untuk mendapatkan hasil yang baik kita harus menunggu dengan sabar . Menunggu selalu meminimalis kesalahan dan kegagalan bukan berarti orang yang menunggu takut mengambil resiko , tapi mereka berani dan memilih peluang kesalahan yang lebih kecil . Karena di dunia ini tidak ada remedial kehidupan , jadi lebih baik hati hati dan tidak gegabah dalam sebuah pilihan .

Veny Prasetyowati said... Reply Comment

Nama : Veny
Twitter : @yutakaNoYuki
Link share : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/702115131552100354

Menunggu atau melangkah maju ?
Kalau aku sih sebenarnya tergantung situasi dan kondisi yang aku hadapi. Kalau menurut aku sikonnya lebih menguntungkan untuk menunggu maka aku akan menunggu selama apa pun itu. Tapi kalau sikonnya menurutku bagus untuk melangkah maju ya aku akan move on.
Tapi kalau berkaitan dengan perasaan aku akan lebih memilih move on. Terlalu lama menunggu itu nggak bagus buat perasaan, lama-lama bisa mati nanti. Mending move on, cari suasana baru, orang baru atau cinta baru :)

Cahya said... Reply Comment

Nama: Cahya
Akun twitter: @chynrm
Link share tweet: https://twitter.com/chynrm/status/702119878048641025

Menunggu dan melangkah maju itu sama pentingnya. Tergantung situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Timing dan momentum bisa menentukan nasib dan segalanya. Layaknya bemain Mario Bross, kita harus menunggu bola apinya lewat dulu sebelum kita maju dan melompat, atau misalnya ketika kita ingin menyebrang di jalanan, harus lihat kiri dulu menunggu lampu merah untuk kendaraan menyala dan jalanan menyepi. Itu contoh mudahnya.

Aku yakin di dalam peliknya kehidupan ada banyak hal yang bisa diaplikasikan dengan analogi itu. Mau menunggu atau maju adalah pilihan, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita memanfaatkan kesempatan dari sikon yang ada dengan tindakan yang tepat.

So, I rather like to pick them both instead to choose one.

Thank you ^^

Yeyen Nursyipa said... Reply Comment

Nama : Yeyen Nursyipa
Twitter : @YeyenNursyipa
Link Share : https://twitter.com/YeyenNursyipa/status/702128413222502400

kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?
Tergantung konteksnya apa, kalo misalkan lagi menunggu bus, ya mending menunggu daripada melangkah maju. Kalo misalkan masalah cinta ya mending melangkah maju daripada menunggu. Soalnya buat aku menunggu itu kek ga ada kepastian, dan melangkah maju itu usaha kita buat nyari kepastian. Jodoh itu harus diupayakan, harus diraih dan dikejar dan ia tidak akan datang dengan sendirinya. Dan buat aku kalo ga di ungkapin itu rasanya kaya “ngebatin” sendiri, kesiksa sendiri. Dan terserah, mau perasaan yang aku peram slama ini dia terima atau engga, asalkan hati berasa lega, walaupun itu bakal bikin persahabatan kita rusak.

gestha reffy said... Reply Comment

Gestha
@AltGST
https://twitter.com/AltGST/status/702134576462766080

Lebih suka menunggu.
Terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita lalui, lewatkan, lupakan, melangkah maju dan pergi meninggalkan begitu saja. Beberapa keadaan bahkan mengharuskan kita untuk menunggu. Dan aku tidak begitu mempermasalahkannya. Menunggu bagiku tidaklah semembosankan orang-orang yang lebih menyukai melangkah maju. Kalau aku meninginkannya, tak ada alasanku untuk pergi. Karena aku yakin suatu saat kita bisa melihat hasil dari apa yang telah kita lakukan, meski itu cumalah menunggu.

Agatha Vonilia said... Reply Comment

Nama : Agatha Vonilia Marcellina
Akun twitter : @Agatha_AVM
Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/702137962985750528
Jawaban :

Aku lebih memilih maju karena hidup butuh suatu kepastian dan kalau hanya menunggu (bersikap pasif) kita tidak akan pernah mendapatkan kepastian itu. Selalu ada saja kesempatan. Kesempatan yang selalu kita sia-siakan karena kita selalu berpikir masih ada lain waktu. Aku tipe orang tidak sabaran. Apapun yang bisa aku selesaikan hari ini, pasti akan aku lakukan. Bagiku esok adalah harapan baru dan semangat baru. Aku nggak mau melunturkan kedua hal tersebut hanya karena aku menunda pekerjaan. Waktu selalu menuntut kita untuk terus dan terus berpacu. Buat apa menunggu? Time is money. So, I have to catch my dream! Kerja keras berperan penting dalam mewujudkan segala mimpiku.

Bintang Maharani said... Reply Comment

Bintang Maharani
@btgmr
https://twitter.com/btgmr/status/702112146218471424

Menunggu.
Karena saya termasuk golongan orang yang setia. Setia beneran ya, bukan "setiap tikungan ada". Gini hari nyari orang yang setia dan mau berkomitmen kan rada susah. Jado, orang yang setia akan diutamakan menjadi pilihan. :p

Dian Maharani said... Reply Comment

Nama: Dian Maharani
Akun Twitter: @realdianmrani93
Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/702148180104728577

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
Walau sebenarnya aku tidak suka menunggu, tapi aku akan memilih menunggu. Dengan menunggu, aku bisa belajar bersabar. Dengan menunggu, aku bisa belajar ontime jika janjian dengan seseorang. Dan dengan menunggu, aku bisa melihat peristiwa-peristiwa yang mungkin akan terlewati jika aku memilih untuk melangkah maju. Apakah dengan menunggu seseorang tidak akan melangkah maju? Menurutku, dengan menunggu akan banyak kemajuan dalam diri kita, yaitu kita bisa sabar, bisa ontime jika berjanji, dan bisa mengetahui banyak fakta :D

Ratih My said... Reply Comment

Nama : Ratih
Twitter : @Jju_naa
Link : https://twitter.com/Jju_naa/status/702150222567223296

Aku lebih suka nunggu.
Menurut aku, segala sesuatu itu adalah hasil(berawal) dari menunggu.
Kenapa? karena dengan menunggu kita jadi ga penasaran lagi sama akhir sesuatu itu. Coba kalau kita langsung memilih untuk maju, meskipun berhasil, terkadang kita suka kipikiran "Seandainya dulu aku kaya gitu (Nunggu) akhirnya kaya apa ya?".

Jadi, menurut aku dengan menunggu sampai kita tahu akhirnya itu kaya apa, membuat kita lebih mantap untuk melangkah maju kedepan(memilih keputusan). Ga penasaran lagi ataupun meninggalkan penyesalan.

Terus, dengan menunggu sampai hasilnya keluar itu bisa jadi pelajaran untuk kita kedepannya. Jadi kalau kita menghadapi hal yang sama, kita sudah tau harus ambil tindakan kaya apa (lebih awal), karena kita sudah pernah mengalaminnya dan tahu hasilnya kaya apa. Coba kalau dulunya kita milih untuk melangkah maju kedepan gitu aja (ninggalin),tanpa tau hasilnya baik/engggak, sewaktu kita ketemu sama pilihan yang sama, kita jadi bimbang lagi, harus milih yang mana.

Kaya gini, sewaktu nyusun skripsi aja kita harus "Menunggu" keputusan Dosen Pembimbing dulu "Benar atau enggak" skripsi kita itu, baru bisa lanjut ke bab selanjutnya.
Coba kalau kita lansung lanjut ke bab selanjutnya tanpa konsultasi dulu, pas selesai taunya salah, udah cape ngulang lagi *Nooo.

Aku pilih menunggu, meskipun membosankan, tapi memberi kita banyak pelajaran.

Evita Mf said... Reply Comment

Nama: Evita MF
Twitter: @evitta_mf
link share: https://twitter.com/evitta_mf/status/702158967321923584

Kalau ditanya lebih suka mana menunggu atau melangkah maju tentu aku akan jawab melangkah maju. Menunggu itu adalah pekerjaan yang paling menjemukan dan membutuhkan banyak kesabaran, aku lebih suka capek-capek berusaha untuk melangkah maju dari pada ga capek tapi diam menunggu. Mencapai apa yang aku mau dengan cara berusaha lebih baik dari pada mencapai apa yang aku mau dengan cara menunggu datangnya kesempatan atau menunggu datangnya keberuntungan.
Aku tim melangkah maju! ^^

Leny Hermi said... Reply Comment

Nama: Leny
Akun twitter: @Lenny1785
link share: http://twitter.com/Lenny1785/status/702144619711062017
Jawaban: Aku lebih suka melangkah maju daripada menunggu. Kenapa? Karena kalau aku tidak melangkah maju aku tidak akan tau apa yang terjadi kedepannya. Kan kita tidak mungkin tau kalau kita hanya diam ditempat tanpa bergerak dan hanya menunggu. Lagian menunggu itu bagiku merupakan hal yang sangat membosankan. Selain itu melangkah maju itu perlu untuk masa depan yang lebih baik.

Faiz Istighfara said... Reply Comment

Faiz Istighfara
@lisyaann
https://twitter.com/lisyaann/status/702161577756086273

"Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"

Asli aku benci banget denggan kata menunggu. Untuk apa menunggu? Hanya akan membuang waktu dan akan membuatmu terpaku pada satu hal yang tidak terjamin juga kepastiaannya. Menunggu akan membuatmu berhenti di tempat, terlalu terlena pda satu hal hingga mengabaikan hal yang lainnya. Mungkin saja ketika kau berhenti disitu, kau sudah didahului seseorang didepan sana. Membuatmu tertinggal dibelakang.

Jadi aku akan memilih melangkah maju saja.

Agung Sedayu said... Reply Comment

Nama: Agung Sedayu
Twitter: @Hayndeee
Link Share: https://twitter.com/Hayndeee/status/702168634173444096

Pertanyaan: "Kamu lebih suka menunggu atau melangkah maju? Kenapa?"
Jawaban:
Dalam hal menunggu dan melangkah untuk maju merupakan situasi yang amat sangat membingungkan pikiran dan hati. Keduanya saling terkait satu sama lain, dalam suatu situasi tertentu pastinya, dan keduanya memiliki risiko masing-masing.

Dalam hal ini, saya lebih memilih untuk melangkah maju. Kenapa? Sebab, melangkah maju merupakan sesuatu yang akan membuat kita lebih baik dan berkembang dalam hal apapun itu. Meski ada risiko yang harus didapati, akan tetapi dengan melangkah maju arah kehidupan kita akan jauh lebih pasti dibandingkan dengan menunggu. Ya. Dengan melangkah maju kita bisa membuat sebuah impian-impian baru yang lebih layak untuk kita perjuangi dan kita dapati.

Dan menunggu?
Menunggu merupakan situasi dimana kita harus sabar atas apa yang kita tunggu. Tapi yang harus kita ingat adalah; menunggulah untuk sesuatu yang memang benar-benar layak untuk kita tunggu atau perjuangi. Sebab, belakangan ini banyak sekali orang-orang hanya melakukan hal menunggu untuk sesuatu yang memang benar-benar tidak layak untuk ditunggu atau diperjuangi. Dan ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka tunggu, kekecewaan akan mendatangi hati.

Blog contents © Book world 2010. Blogger Theme by Nymphont.